JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Hanya Solo dan Sukoharjo yang Lolos dari Blok Merah Tingkat Kemiskinan

Hanya Solo dan Sukoharjo yang Lolos dari Blok Merah Tingkat Kemiskinan

154
BAGIKAN
PEMBAGIAN SEMBAKO-Ratusan warga rela antre dan berdesak-desakan saat pembagian sembako di kantor Kecamatan Laweyan, Selasa (30/7). Pemkot Surakarta melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) kota Surakarta menggelar kegiatan sosial dengan membagi sebanyak 2000 paket sembako yang ditujukan untuk warga miskin di kecamatan bersangkutan jelang Hari Raya Lebaran. Joglosemar/Yuhan Perdana
PEMBAGIAN SEMBAKO-Ratusan warga rela antre dan berdesak-desakan saat pembagian sembako di kantor Kecamatan Laweyan, Selasa (30/7). Pemkot Surakarta melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) kota Surakarta menggelar kegiatan sosial dengan membagi sebanyak 2000 paket sembako yang ditujukan untuk warga miskin di kecamatan bersangkutan jelang Hari Raya Lebaran. Joglosemar/Yuhan Perdana

SRAGEN– Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng menyampaikan ada 15 kabupaten di Jawa Tengah dengan angka kemiskinan yang masih berada di blok merah atau di atas angka kemiskinan Jawa Tengah. Pemprov pun meminta daerah yang berada di blok merah untuk lebih fokus dan memprioritaskan pengentasan kemiskinan seperti apa yang dilakukan Pemkab Sragen.

Hal itu terungkap dalam Rakor Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) se-Eks Karesidenan Surakarta yang dipimpin Wakil Gubernur Jateng, Heru Sudjatmoko di Aula Sukowati Setda Sragen, Selasa (22/9/2015).

Dalam rakor yang dihadiri seluruh pejabat TKPKD dari 7 kabupaten/kota di Eks Karesidenan Surakarta itu, Heru menyampaikan dari 15 kabupaten blok merah dan di eks Karesidenan Surakarta ada lima kabupaten yang angka kemiskinannya masih berada di rangking atas.

Kelima kabupaten itu masing-masing Wonogiri, Klaten, Sragen, Karanganyar dan Boyolali. Hanya Solo dan Sukoharjo yang relatif masuk blok aman yakni warna kuning dan hijau dengan makna kemiskinannya di bawah angka kemiskinan propinsi Jateng. Akan tetapi, Heru menyampaikan data kemiskinan yang ditampilkan itu merupakan pendataan BPS Tahun 2013.

“Kalau dilihat rankingnya semata, ada lima di wilayah Eks Karesidenan Surakarta yang kemiskinannya masih tinggi. Yaitu Wonogiri, Klaten, Karanganyar, Sragen dan Boyolali. Makanya tadi kita rapatkan semua TKPKD daerah agar memprioritaskan sinergi kemasyarakatan untuk menanggulangi kemiskinan,” papar Heru seusai rakor.

Wagub menyampaikan terkait problem kemiskinan itu, ia meminta tidak perlu ada salah menyalahkan atau dijadikan bahan mempermalukan satu sama lain. Sebaliknya, angka kemiskinan itu harus dijadikan acuan untuk memfokuskan program kegiatan di daerah masing-masing untuk menekan angka kemiskinan.

Seperti program pemugaran rumah tak layak huni (RTLH), jambanisasi, pemberdayaan UMKM dan bantuan usaha produktif untuk warga miskin. Pemprov senantiasa akan mendukung program daerah untuk bersinergi bersama-sama mengentaskan kemiskinan.

Tribunnews