JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Harga Beras di Solo Merangkak Naik

Harga Beras di Solo Merangkak Naik

74
BAGIKAN
Ilustrasi | Joglosemar/Yuhan Perdana
Ilustrasi | Joglosemar/Yuhan Perdana

SOLO – Pasca-Lebaran 1436 H lalu, harga beras di pusat perdagangan beras Pasar Legi mengalami kenaikan. Kendati kenaikannya relatif sedikit, permintaan beras hingga akhir bulan Agustus relatif stabil.

Hal tersebut disampaikan oWewe, salah seorang pedagang besar grosir di kawasan tersebut. Dia menuturkan harga beras jenis medium mengalami kenaikan Rp 500 untuk setiap kilogramnya. Sedangkan untuk harga beras jenis premium mengalami kenaikan sebesar Rp200 per kilogram.

“Contoh beras medium yakni, jenis beras IR 64, pasca periode Lebaran lalu harganya Rp8.200 naik menjadi Rp8.700 per kilogram. Sedangkan untuk beras jenis premium juga mengalami kenaikan yang sebelumnya Rp9.800 naik menjadi Rp10.000 untuk tiap kilogramnya,” terang Wewe sembari mengecek nota penjualan.

Sementara itu, stok beras di Badan Urusan Logistik (Bulog) Subdrive III Surakarta dipastikan aman hingga 10 bulan mendatang.

Kepala Bulog Subdrive III Surakarta, Yudy Prakasa Yudha menyebutkan, hingga Selasa (1/9/2015), stok beras Bulog Surakarta mencapai 72.000 ton. Sedangkan kebutuhan beras untuk masyarakat di wilayah Surakarta berkisar 6.667 ton setiap bulannya.

“Stok beras Bulog aman hingga 10 bulan mendatang,” ujarnya kepada Joglosemar di ruang kerjanya, Selasa (1/9).

Dia menjamin Bulog bisa menyalurkan tanpa kekurangan. Namun, apabila pihak pemerintah merencanakan untuk menggelar operasi pasar (OP), pihaknya mengaku siap.

Satria Utama