JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Harga Tembakau Mulai Membaik

Harga Tembakau Mulai Membaik

153
KOMODITAS TEMBAKAU-Tanaman tembakau  masih menjadi andalan petani di lereng Merapi-Merbabu,  hingga saat ini belum ada komoditas lain yang mampu menggantikan tembakau mereka. Joglosemar|Ario Bhawono
KOMODITAS TEMBAKAU-Tanaman tembakau masih menjadi andalan petani di lereng Merapi-Merbabu, hingga saat ini belum ada komoditas lain yang mampu menggantikan tembakau mereka. Joglosemar|Ario Bhawono

BOYOLALI– Sempat lesu di awal-awal musim panen tahun ini hingga membuat petani tembakau was-was, harga tembakau ternyata cukup bagus saat puncak panen tembakau saat ini. Kondisi ini dipengaruhi harga standar kemitraan pabrikan rokok yang cukup membantu para petani.

Harga tembakau saat ini berkisar antara Rp 7.500-8.000/kg daun basah, dan Rp 50 ribu-65 ribu/kg daun tembakau kering tergantung kualitas. Harga daun tembakau saat ini bahkan lebih baik dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Widodo (35), petani tembakau Desa Samiran, Kecamatan Selo menuturkan, membaiknya harga tembakau ini tentu disambut gembira para petani. Apalagi saat awal-awal panen tembakau sebulan kemarin, harga sempat lesu.

“Sempat lesu karena pabrikan belum masuk sehingga harga tidak standar. Tapi sekarang gudang-gudang pabrikan sudah menerima dan harganya cukup bagus,” tutur dia Widodo, Rabu (16/9/2015).

Lesunya harga daun tembakau di awal musim panen kemarin, lebih dikarenakan kualitas tembakau awal panen kurang bagus. Sehingga pihak pabrikan banyak yang menolak tembakau petani. Namun seiring panen raya, kualitas daun tembakau ikut membaik karena yang dipanen sudah bagian tengah tanaman.

Meski musim panen tembakau tahun ini sempat mundur, namun petani cukup diuntungkan dengan membaiknya harga daun tembakau.

Semestinya, musim panen sudah bisa dilakukan pada pertengahan Agustus, namun tahun ini mundur dan baru awal September kemarin panen. Menurut Widodo, panen raya tembakau akan berlangsung hingga akhir Oktober nanti.

Partono (65), petani warga Kuncen Gondang, Samiran, Selo mengaku cukup beruntung tahun ini. Setidaknya dia berhasil memanen sekitar enam ton daun tembakau basah. Dengan harga yang cukup tinggi, dia mengaku mendapat keuntungan yang lumayan.

“Enam ton kalau dikeringkan, tingkat rendemennya sekitar 10 persen,” kata dia.

Sementara itu, meski harga tembakau cukup tinggi saat ini, namun para petani tembakau gunung terkendala cuaca yang tak menentu. Pasalnya, di kawasan gunung seringkali cuaca mendung sehingga petani terpaksa membawa hasil panenan mereka ke bawah yang lebih panas.

Hanya saja, adanya perbaikan jalur Solo-Selo-Borobudur (SSB), membuat arus lalu lintas tersendat. Imbasnya, petani harus antri lama di SSB dan terpaksa berebut lahan kosong untuk penjemuran tembakau. Selain menyasar wilayah Boyolali Kota dan sekitarnya seperti Musuk, Mojosongo, petani bahkan menjemur tembakau mereka hingga wilayah Kecamatan Sambi.

Jauhnya jarak tempuh dan lamanya waktu perjalanan, membuat biaya pengeringan tembakau membengkak. Meski demikian petani cukup bersemangat karena harga tembakau cukup tinggi tahun ini.

Namun bagi Hariyanto (47), petani tembakau Desa Jelok, Kecamatan Cepogo, dirinya memilih langsung menebaskan tanaman tembakaunya ke tengkulak. Untuk 2.400 batang tembakaunya di ladang, menurut dia laku hingga Rp 5 juta. Padahal menurut dia, tahun kemarin dirinya menanam 1.500 batang dan hanya laku Rp 2,25 juta.

“Kalau saya pilih langsung ditebaskan, selain langsung mendapat uang, kalau harus diolah atau dijemur masih membutuhkan biaya untuk proses pengeringan,” imbuh dia.

Ario Bhawono

BAGIKAN