JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Indikasi Kampanye Bermuatan SARA Meningkat

Indikasi Kampanye Bermuatan SARA Meningkat

0
BAGIKAN
Ilustrasi
Ilustrasi

SOLO – Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Pasarkliwon menemukan indikasi kampanye yang membawa isu suku agama ras dan antargolongan (SARA). Namun, Panwascam kesullitan dalam menindak karena kegiatan tersebut dibalut dalam agenda keagamaan.

“Dari laporan PPL indikasi kampanye yang masuk ke isu SARA itu trend-nya meningkat. Itu hampir merata di seluruh Pasarkliwon. Namun, untuk menindak kami juga khawatir jika akan menimbulkan konflik baru,” kata Ketua Panwascam Pasar Kliwon Agus Anwari.

Hal itu disampaikan dalam Sosalisasi Pengawasan Pilkada bertema Kampanye Beretika Tanpa SARA, di Hotel Azziza, Kamis (17/9/2015).

Dari pantauan petugas di lapangan, indikasi kampanye bermuatan SARA itu banyak terjadi pada pengajian-pengajian yang digelar di rumah-rumah warga.

Informasi yang diterimanya, memang ada sejumlah mubalig yang juga direkrut menjadi bagian tim pemenangan. Jika tak diantisipasi, lanjut dia, tren tersebut diprediksi meningkat menjelang Hari Pemungutan Suara.

“Isu SARA semacam itu memang paling mudah dipakai untuk menggoyah satu sama lain. Kami pun harus hati-hati bertindak. Jika tidak sampai menyebut nama Paslon lainnya, kami tak bisa masuk ke sana.”

Pelanggaran kampanye bermuatan SARA itu masuk ke ranah pidana. Namun, butuh alat bukti yang kuat, utamanya berupa rekaman suara.

Pengasuh Pondok Pesantren Al Muayyad Dian Nafi’ yang menjadi pembicara dalam sosialisasi tersebut mengatakan, berkah bangsa yang merdeka yang mudah dirasakan adalah hak untuk memilih sendiri pemimpinnya.

“Ada yang tanya ke saya, piye iki kudu milih sapa? Lho kok piye? Prinsip Pemilu kita adalah langsung umum bebas dan rahasia. Kita ini warga Indonesia, ya hukum Indonesia yang kita pakai. Jadi silakan
dipilih sendiri yang Anda yakini,” kata dia.

Dini Tri Winaryani