JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Ini Alasan Panwaslu Wonogiri Ragu Menindak Mobil Branding Peserta Pilkada

Ini Alasan Panwaslu Wonogiri Ragu Menindak Mobil Branding Peserta Pilkada

213
BAGIKAN

LOGO PANWASLUWONOGIRI- Panwaslu Kabupaten Wonogiri terkesan ragu menindak branding mobil pasangan calon bupati dan calon wakil bupati. Sementara itu KPUD Wonogiri juga enggan menanggapi permasalahan tersebut lantaran tidak masuknya branding mobil pasangan calon dalam aturan kampanye.

Mobil pribadi dengan branding foto pasangan calon bupati masih terlihat melaju di ruas jalan Kabupaten Wonogiri. Hari ini, Selasa (1/9/2015) dua unit mobil dengan branding foto pasangan calon nomor urut 2 Joko Sutopo dan Edy Santosa tampak terparkir di halaman gedung DPRD Kabupaten Wonogiri.

Padahal Badan Pengawas Pemilu telah menyatakan branding mobil pasangan calon bupati dan calon wakil bupati dilarang dalam pilkada 2015.

Ketua Panwaslu Kabupaten wonogiri Isnawati Sholihah menjelaskan larangan tersebut merupakan hasil rapat koordinasi Bawaslu dan KPU di kabupaten Kebumen. Keduanya bersepakat dan membuat MoU yang menyatakan branding mobil pasangan calon bupati dan calon wakil bupati tidak

Isna mengaku cukup kesulitan menginventarisasi jumlah mobil dengan branding pasangan calon. Namun dari laporan pengawasan Panwascam Selogiri, Isna menyebut ada lebih dari sepuluh unit mobil yang di branding foto pasangan calon bupati dan calon wakil bupati.

Pihaknya mengaku tidak berani gegabah untuk mengambil tindakan. Larangan yang disampaikan Bawaslu menjadi hal yang multi tafsir jika berkaca pada PKPU nomor 7 tahun 2015 tentang aturan kampanye.

Sebab branding mobil dengan foto pasangan calon bupati dan calon wakil bupati, sebagai salah satu alat peraga kampanye (APK) maupun bahan kampanye tidak disebutkan dalam aturan tersebut.

“Kami tidak berani gegabah. Kami akan berhati hati dalam menafsirkan aturan itu, ”katanya

Sementara itu Komisi Pemilihan Umum seolah mencari aman dari fenomoena membanjirnya branding mobil pasangan calon bupati dan wakil bupati. Mat Nawir mengatakan branding mobil tidak diatur dalam PKPU. Larangan branding mobil itu muncul dari pernyataan Bawaslu.

“Tapi sampai sekarang Bawaslu belum mengeluarkan surat edaran,” katanya.

Arief Setyanto