Ini Dia Hukuman Pedagang yang Nekat Jual Kios Pasar Ir Soekarno

Ini Dia Hukuman Pedagang yang Nekat Jual Kios Pasar Ir Soekarno

163
Pasar Ir Soekarno Sukoharjo | Sofarudin
Pasar Ir Soekarno Sukoharjo | Sofarudin

SUKOHARJO – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sukoharjo mengancam akan mencabut Surat Izin Penempatan (SIP) jika pedagang nekat menjual kios/los. Menyusul mencuatnya iklan jual beli kios Pasar Ir Soekarno di situs olx.co.id beberapa waktu lalu.

Kepala Disperindag, Anton Bambang Haryanto, menegaskan pedagang hanya mempunyai hak menempati aset milik pemirintah daerah tersebut. Pedagang tidak berhak menjual maupun meindahtangankan penempatannya dengan alasan apapun. Bahkan, larangan tersebut sudah terpampang jelas dibalik SIP kios/los. Terjadinya praktik jual beli kios/los pasar sudah diluar kendali Disperindag.

“Disperindag sudah tidak kurang-kurang mensosialisasikan larangan meindahtangankan kios. Dalam setiap kesempatan sudah sering saya sampaikan. Aturannya sudah jelas, aset pemerintah tidak bisa diperjualbelikan,” tandas Anton.

Karena itu, Anton menegaskan, akan mencabut hak penempatan kios/los jika pedagang kedapatan nekat menjual atau memindahtangakan kios/los. Ancaman ini berlaku untuk seluruh pasar di Sukoharjo. Jika SIP dicabut, kedua belah pihak (penjual/pembeli) harus menerima konsekuensinya. Penjual sudah tidak berhak menempati kios lagi dan pembeli kehilangan uang.

Baca Juga :  Sambut HUT ke-72, Muda-mudi Kampung Madyorejo Gelar Lomba Pambagyoharjo

“Sebenarnya yang bodoh itu yang membeli. Kalau yang punya SIP ada apa-apa, pembeli tidak bisa memperpanjang SIP. Karena yang berhak kios/los itu nama yang sesuai SIP,” jelasnya.

Anton mengungkapkan, pihaknya telah menelusuri perkara terpampangnya iklan jual beli kios Pasar Ir Soekarno di situs olx.co.id. Menurut dia, perkara upaya menjual aset pemerintah yang sempat ditawarkan dengan harga Rp 350 juta itu sudah selesai. Menurut dia, pemilik kios merupakan pedagang kuliner. Yang bersangkutan, kata dia, butuh biaya untuk pengobatan. Karena itu, dia meminta bantuan untuk menguangkan kios yang selama ini ditempatinya.

Baca Juga :  SRITEX TUMBUH MENDUNIA : Satu Panggung untuk Keragaman Bangsa

“Semuanya sudah kami panggil. Ternyata yang berniat menjual itu yang laki-laki (suami) dan tanpa sepengetahuan yang perempuan (istrinya). Padahal yang tercatat kios itu atas nama istrinya,” ungkap Anton tanpa menyebut identitas pedagang yang bersangkutan.

Anton mengatakan, pemilik kios yang bersangkutan maupun pemasang iklan di olx.co.id (Amanah Properti) sudah minta maaf dan mengakui kesalahannya. Setelah itu, iklan di situs jual beli online itu dihapus. Karena belum sempat terjadi transaksi, pihaknya menganggap perkara tersebut sudah selesai.

“Amanah Properti tidak tahu kalau itu aset pemerintah yang tidak boleh dijual. Dia hanya sebatas membantu mencarikan pembeli. Yang jelas, apapun alsannya kios/los tidak boleh diperjualbelikan. Kalau sampai ketahuan SIP akan kami cabut,” imbuhnya.

Sofarudin

BAGIKAN