JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Ini Dia Tips Cegah Keracunan Makanan

Ini Dia Tips Cegah Keracunan Makanan

66
BAGIKAN
ilustrasi
ilustrasi

MAKANAN yang terkontaminasi dengan mikro organisme itu akan memberikan efek keracunan pada seseorang.

Keracunan dibagi beberapa tingkatan. Pertama, keracunan ringan. Biasanya memiliki gejala perut tidak enak, tidak bisa buang air besar, kalau pun diare tidak teralu berat.

“Jenis kedua adalah keracunan sedang. Pasien akan mengalami diare lebih banyak disertai muntah. Proses itu memiiki patokan-patokan tertentu yakni muntak lebih dari dua hari dan diare melebihi batas tiga hari,” kata dokter umum RS Kasih Ibu Surakarta, dr Enie Setiawati kepada Joglosemar.

Efek keracunan akibat parasit, virus, dan juga bakteri bisa langsung dirasakan oleh seseorang. Namun, ada juga kasus keracunan yang memerlukan waktu untuk memunculkan gejala-gejala khasnya.

“Bisa keracunan spontan tapi bisa juga terjadi beberapa hari kemudian pascakonsumsi makanan yang terkontaminasi mikroorganisme itu,” tegasnya.

Pada kondisi keracunan berat, intensitas buang air besar (BAB) cair atau diare akan jauh meningkat. Tidak hanya itu, pasien juga akan mengalami muntah dan akhirnya pingsan serta dehidrasi.

“Kondisi inilah yang paling dikhawatirkan karena mengancam jiwa orang yang bersangkutan. Pasalnya, diare dan muntah kalau tidak diimbangi dengan konsumsi air putih menyebabkan seseorang dehidrasi dan kemungkinan terburuknya adalah meninggal dunia,” katanya lagi.

Lantas, bagaimana makanan bisa terkontaminasi dengan mikro organisme pencetus keracunan? Menurut Enie, ada beberapa cara yang bisa dilakukan oleh mikro organisme untuk masuk ke dalam makanan.

“Sayuran yang mentah akan sangat rawan terkontaminasi dengan mikro organisme. Walaupun sudah dicuci, bisa saja parasit, cacing, bakteri, dan virus masih menempel di sana karena memang dimasak. Salah satu cara yang cukup efektif mengurangi kontaminasi sayuran dengan mikro organisme adalah dengan mencucinya hingga bersih dengan air mengalir. Harus berkali-kali,” ujarnya.

“Makanan yang diolah tidak matang juga bisa mengandung parasit yang menyebabkan keracunan. Contoh saja, daging mentah/ setengah matang. Parasit tidak bisa mati hanya karena dimasak setengah matang. Mikro organisme jahat itu bisa mati jika memasaknya benar-benar matang. Kasus keracunan ini juga banyak muncul pada saat pesta/ hajatan,” katanya.

Di sisi lain, penyajian juga menjadi faktor penentu masakan itu steril atau tidak. Jika tempat penyajian tidak higienis, tentu mikro organisme akan berkembang di sana.

“Orang yang memasak juga harus menjaga higienitas dengan selalu mencuci tangan sebelum menyentuh bahan makanan,” katanya.

Murniati