JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Ini Kesalahan Penderita Diabetes yang Menghambat Pengobatan

Ini Kesalahan Penderita Diabetes yang Menghambat Pengobatan

81
BAGIKAN
Ilustrasi
Ilustrasi

KEINGINAN ingin sembuh total dan tidak mengonsumsi obat rutin menjadi salah satu kesalahan yang kerap dilakukan penderita diabetes sehingga menghambat pengobatannya.

“Inginnya sembuh total dan tidak makan obat dengan rutin. Datangnya ke dukun, inginnya langsung sembuh. Sayangnya, kita belum mampu seperti itu,” kata konsultan endokrin dari RS Cipto Mangunkusumo, dr. Tri Juli Edi Tarigan, Sp.PD-KEMD, FINASIM dalam temu media bertajuk Cegah Bahaya Komplikasi Diabetes.

Padahal, diabetes termasuk penyakit yang melekat seumur hidup. Namun, bukannya tak mungkin diatasi, yakni dengan menerapkan gaya hidup sehat dan konsumsi obat antidiabetes sesuai anjuran dokter.

Selain itu, lanjut Tarigan, penderita juga umumnya baru mengontrol gula darah dan meminum obat teratur jika sudah muncul keluhan atau bila sudah ada komplikasi.

Keluhan ini, di antaranya, sering merasa kehausan, luka tak sembuh-sembuh, sering buang air kecil kala malam, gigi mudah tanggal, lalu keputihan (pada perempuan) yang tak sembuh dan luka yang pulihnya memakan waktu lama.

Sementara komplikasi yang biasanya muncul tergantung pada organ yang diserang di antaranya, stroke (bila menyerang otak), gagal ginjal (ginjal), impotensi pada laki-laki (organ reproduksi), gangguan sirkulasi darah dan sistem saraf.

“Menganggap sekali terkontrol akan terus terkontrol. Enggak mau periksa lagi. Padahal, Belum tentu sekali terkontrol selalu terkontrol. Diabetes termasuk penyakit kronik progresif,” kata dia.

Di samping itu, kesalahan lainnya, ialah kekhawatiran penderita bila mengonsumsi obat terus menerus akan merusak ginjal.

“Obat diabetes melitus telah diteliti dan dibuat untuk dikonsumsi jangka panjang. Aman dan tidak merusak ginjal,” kata Tarigan

Terakhir, lanjut dia, ialah ketakutan penderita terhadap insulin.

Lia Wanadriani Santosa | Antara