JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Ini Penyebab Anak Tidak Boleh Terlalu Dikekang

Ini Penyebab Anak Tidak Boleh Terlalu Dikekang

114
BAGIKAN
Seorang anak melihat buku cerita mengenai R.A Kartini, Selasa (21/04/2015) di PAUD Rumah Pupa Solo. Peringatan Hari Kartini kali ini selain siswa mengenakan kostum dari berbagai daerah juga ada kegiatan pengenalan lebih jauh oleh pengajar mengenai sosok Kartini dulu dengan Kartini sekarang serta. Foto: Joglosemar/Maksum Nur Fauzan
Ilustrasi: Joglosemar/Maksum Nur Fauzan

UNTUK mengantisipasi tantrum pada anak, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan. Di antaranya menerapkan pola asuh yang benar.

Pola asuh ini dapat diwujudkan dengan sikap orangtua yang tidak terlalu memanjakan anak. Jika terlalu dimanjakan, maka anak akan merasa terlalu dilindungi dan mudah terkena tantrum jika kemauannya tidak dituruti.

Selain itu, meminimalisir larangan terhadap anak. Kalaupun ingin melarang anak melakukan sesuatu, hendaklah dengan cara-cara halus sehingga anak merasa tidak dimusuhi.

“Usahakan jangan melakukan perdebatan dan adu argumen dengan suami/istri di depan anak. Orangtua hendaknya menjaga anak untuk selalu melihat jika orangtua selalu sepakat dan rukun,” kata Psikolog RS PKU Muhammadiyah Surakarta, Fitria Sari Budingtyas, Spsi, Psi, MM.

Murniatit

(Baca: Mengenal Penyebab Tantrum pada Anak )