Ini Tips Agar Anak Tidak Jadi Korban Penculikan

Ini Tips Agar Anak Tidak Jadi Korban Penculikan

102
Siswa-siswi Taman Kanak-Kanak Taman Putera Mangkunagaran bermain di depan sekolah sebelum pindah menuju ruang baru satu gedung dengan SD Ketelan Surakarta, Senin (05/01/2015) pagi. TK Taman Putera Mangkunagaran merupakan sekolah tertua di Kota Surakarta berdiri sejak tahun 1943_Foto_Maksum N F
Ilustrasi: Joglosemar/_Maksum N F

BERBAGAI cara bisa dilakukan orangtua mencegah anak-anaknya menjadi korban penculikan. Salah satunya, mengajari anak cara menolak pemberian orang terutama orang tak dikenal, menurut ahli psikologi anak dan keluarga, Anna Surti Ariani.

“Ajari anak cara menolak. Misalnya saat ada orang tak dikenal menawarkan permen, cokelat, mainan, ajari anak bilang “tidak, terima kasih,” ujar Nina.

“Kalau anak ingin (permen yang ditawari orang lain), ajari anak memberitahukannya ke mama. Di situ kita juga bisa tahu siapa yang menawari anak,” tambah dia.

Baca Juga :  Tingkat Konsumsi Ikan Masih Rendah, Warga Trangsan Sukoharjo Galakkan Gemarikan dan Berdayakan Kolam

Selain itu, lanjut Nina, orang tua juga bisa mengajari anak waspada pada orang dengan ciri-ciri orang tertentu, misalnya orang yang terlalu merasa kenal tetapi sebenarnya tak dekat, orang yang membawa senjata tajam padahal bukan aparat keamanan serta yang menyentuh bagian privat anak.

Baca Juga :  Reaksi DPRD Sragen Mendengar Banyak Ibu Melahirkan di Jalan Gilirejo Baru

Hal lainnya, menurut dia, ialah mengajarkan anak cara menemukan petugas keamanan bila sewaktu-waktu ia terpisah dari mereka.

“Kalau anak masih berusia balita, kasih tahu saja contoh kongkretnya, misalnya satpam, ibu guru, ibu membawa anak, untuk dimintai tolong,” tutur dia.

Lia Wanadriani Santosa | Antara

BAGIKAN