JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Jalur Migrasi Macan Tutul di Merapi Harus Diselamatkan

Jalur Migrasi Macan Tutul di Merapi Harus Diselamatkan

83
BAGIKAN

20131025Konservasi-Macan-tutul-251013-par-3JOGJA– Selain habitat yang terjaga, keberadaan macan tutul juga perlu ditopang oleh kawasan penyangga yang mendukung.

Dalam hal ini menurut peneliti karnivora, Didik Raharyono perlu adanya kawasan penyangga seperti koridor yang mengakomodasi migrasi kucing besar ini.

Menurut Didik, populasi macan Merapi memiliki kaitan dengan gunung Merbabu, secara alami macan akan bermigrasi. Didik meyakini, individu di dua gunung yang berdekatan tersebut saling mengisi.

Hal ini dikuatkan dengan fakta bahwa macan tutul memiliki daya jelajah yang luas. “Ada cerita di Magelang ada perlintasan (Koridor) ke Merbabu lewat jalur sungai,” ujar Didik.

Sehingga menurutnya perlu adanya koridor yang bisa mengakomodasi itu.

“Seharusnya memang di kawasan yang bedekatan dan sama-sama taman nasional memiliki koridor dan menurut saya itu penting, supaya tidak ada kemerosotan,” jelasnya.

Penyiapan koridor yang dimaksud tersebut adalah tetap menjaga jalur-jalur yang kemungkinan dilewati tetap sealami mungkin. Dicontohkan Didik, seperti kawasan sungai baiknya masyarakat tetap menjaga keaslian sungai dan tetap dibiarkan lebar.

Koridor, menurut Didik tidak harus selalu berbentuk sungai, namun bisa berbentuk hutan rakyat atau tegalan maupun jenis hutan yang lain.

Koridor ini juga dimanfaatkan oleh satwa-satwa selain macan untuk bermigrasi dimana biasanya satwa memilih medan yang jarang dijamah oleh manusia.

Tribunjogja