JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Janin Berukuran Kecil Belum Tentu Lahir Prematur

Janin Berukuran Kecil Belum Tentu Lahir Prematur

80
Ilustrasi
Ilustrasi

DALAM sejumlah kasus, pemeriksaan dengan ultrasonografi (USG) menampilkan gambar janin dengan ukuran kecil.  Dari hasil itu, tidak jarang  pasien yang berkesimpulan,  nantinya janin akan lahir secara prematur.  Asumsi itu perlu diluruskan, karena tidak semua janin yang kecil itu akan prematur.

Dokter Spesialis Kebidanan dan Penyakit Kandungan RS PKU Muhammadiyah Surakarta, dr Soffin Arfian, SpOG mengungkapkan janin kecil bisa menjadi salah satu gejala Intrauterine Growth Restriction (IUGR).

Dijelaskannya, IUGR adalah sebuah kondisi di mana adanya keterlambatan pertumbuhan pada janin. Janin memiliki ukuran lebih kecil dibandingkan dengan usianya. Dengan kata lain, tidak ada kesesuaian antara berat janin dengan usianya.

Soffin mengungkapkan, ada beberapa faktor yang menyebabkan janin mengalami IUGR. Pertama, asupan nutrisi ibu hamil kurang sehingga berpengaruh pada penyerapan nutrisi pada janin. Faktor kedua, adanya masalah dalam pembuluh darah dalam hal ini plasenta yang menjadi kunci penyaluran nutrisi dan oksigenasi ke janin yang ada di rahim.

“Ada banyak kemungkinan. Bisa karena faktor kekentalan darah sang ibu atau dalam bahasa medis disebut Antiphospholipid Syndrome (APS). Bisa juga karena kondisi plasenta yang mengalami pengapuran,” katanya.

Masalah dalam plasenta tersebut membuat nutrisi dan oksigen tidak terdistribusikan secara maksimal sehingga janin mengalami keterhambatan dalam perkembangannya.

Selain itu, IUGR juga bisa dipicu oleh penyakit kronis yang diderita sang ibu, misalkan saja Diabetes Melitus (DM), pre-eklamsi, asma, dan lainnya.

Lebih lanjut, dirinya mengungkapkan IUGR ada dua jenis yakni kronis dan akut. Dikatakan kronis jika kondisi itu terjadi sejak awal kehamilan. Hal itu menyebabkan ukuran janin secara keseluruhan kecil namun proporsional.

Janin IUGR kronis akan lebih mudah untuk penanganan karena memiliki ukuran badan dan organ yang kecil. Bayi tersebut akan dibesarkan dalam inkubator untuk memperbesar berat badannya. Berbeda dengan IUGR akut. Kasus-kasus yang ada menunjukkan bayi lahir dengan kondisi IUGR akut terkadang memiliki masalah pada organ dalamnya.

Apakah bayi dengan IUGR bisa lahir pada usia sembilan bulan? Soffin menegaskan, itu tergantung pada kondisi janin di dalam kandungan. Jika dokter bisa mengetahui penyebabnya dan melakukan terapi pada ibu hamil, maka bayi bisa saja tumbuh normal kembali dan lahir di usia sembilan bulan. Tapi jika kondisi janin tidak mengalami perkembangan, mau tidak mau bayi harus dilahirkan secepatnya dan dibesarkan di inkubator.

Murniati

BAGIKAN