Jelang Pilkada, DPU Klaten Kebut Proyek Besar

Jelang Pilkada, DPU Klaten Kebut Proyek Besar

190
Proses pembangunan Hotel di Kota Solo
Ilustrasi

KLATEN – Dinas Pekerjaan Umum Energi Sumberdaya Mineral (DPU dan ESDM) Klaten, kebut sejumlah proyek besar.

Hal itu mengingat, Sang Klaten Satu atau Bupati menginginkan beberapa proyek infrastruktur, rampung sebelum ia lengser.

“Kami minta doanya, supaya nanti november selesai. Kalau dari perencanaannya bisa rampung pada November dan diresmikan oleh Bupati,” kata Kepala DPU ESDM Klaten, Abdul Mursyid, Jumat (4/9/2015).

Ia mengatakan, pembangunan beberapa proyek sudah dapat rampung pada tahun ini. Diantaranya RSUD Bagas Waras dan Masjid Agung Al Aqsha.

Ia mengatakan, untuk pembangunan menara setinggi 66 meter telah sampai 30 persen. Hal itu ditandai dengan selesainya pembangunan pondasi.

Baca Juga :  Perenang Muda Kota Solo Pilih Konsentrasi ke Jakarta

Menurutnya, pembangunan pondasi menara itu memerlukan teknologi tinggi, bukan sekedar membangun. Lebih lanjut ia mengatakan, setelah selesainya pondasi, maka pembangunan menara akan lebih lancar dan relatif cepat.

Dirinya mengatakan, selain pembangunan menara, adapula pengerjaan beberapa kios, taman dan parkir. Untuk total pembangunan Masjid Al Aqsha, pemkab sudah menghabiskan biaya sekitar Rp 65 miliar.

Dirinya mengungkapkan, rencananya masjid agung dapat diselesaikan pada 20-25 November 2015. Namun demikian, jika belum selesai, akan dilanjutkan hingga bulan Desember.

“Nanti bisa selesai, kalaupun belum tinggal finishing, kan nanti kontraknya masih sampai Desember,” tambahnya.
Sementara itu, terkait pembangunan RSUD Bagas Waras, Mursyid mengaku bisa segera dilaunching pada pertengahan September ini.

Baca Juga :  Reaksi DPRD Sragen Mendengar Banyak Ibu Melahirkan di Jalan Gilirejo Baru

Terpisah Bupati Klaten Sunarna, memang mengakui beberapa proyek dipercepat pengerjaannya. Selain masjid agung dan RSUD Bagas Waras, ada beberapa pembangunan lain yang dikebut seperti, terminal, stadion dan gedung SMPN 2 Klaten.

“Saya sudah mengunjungi rumah sakit, semuanya sudah siap, untuk masjid agung rencananya november selesai,” tuturnya.

Disamping itu, adapula proyek renovasi rumah tak layak huni (RTLH) yang juga dikebut pembenahannya. Sunarna mengatakan ada sekitar 200 rumah tak layak yang akan dirampungkan pembangunannya.

“Target itu kami percepat, hal itu supaya semua bisa kelar sebelum akhir masa jabatan,” tutup Sunarna.

Tribunjogja | Padhang Pranoto

BAGIKAN