JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Jemaah Minta Petugas Kesehatan Haji Lebih Aktif Bekerja

Jemaah Minta Petugas Kesehatan Haji Lebih Aktif Bekerja

60
BAGIKAN
Petugas kesehatan memasang gelang risiko tinggi (risti) jamaah haji tahun 2014 asal Kabupaten Brebes, Minggu (31/08/2014) di Asrama Haji Donohudan, Ngemplak Boyolali Jawa Tengah | Foto: Joglosemar/Maksum N F
Petugas kesehatan memasang gelang risiko tinggi (risti) jamaah haji tahun 2014 asal Kabupaten Brebes, Minggu (31/08/2015) di Asrama Haji Donohudan, Ngemplak Boyolali Jawa Tengah | Foto: Joglosemar/Maksum N F

JAKARTA– Jemaah calon haji Indonesia meminta agar para petugas kesehatan lebih proaktif memantau kondisi jemaah terutama yang berisiko tinggi dan memberikan pelayanan lebih baik sehingga bisa menekan angka jemaah sakit atau meninggal di luar sarana kesehatan.

Hal itu disampaikan jemaah yang menginap di pemondokan nomor 801, Hotel Al Jawhara, di wilayah Jarwal, Mekkah, Minggu, ketika 12 Amirul Hajj mengunjungi penginapan terbesar itu.

“Masukan (jemaah) itu konstruktif dan bagus, bagaimana tim kesehatan bisa lebih proaktif memantau kondisi jemaahnya,” ujar Ketua Amirul Hajj Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin usai meninjau pemondokan dengan kapasitas 21.600 orang itu.

Apalagi, lanjut dia, pemondokan yang besar tentu membutuhkan layanan kesehatan yang bisa menjangkau lebih banyak jemaah.

Tim kesehatan pada PPIH tahun ini, diakuinya telah membuat klinik satelit kloter (kelompok terbang) sebagai perantara bagi jemaah yang sakit sebelum dirujuk Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) yang ada di Mekkah.

Dengan adanya klinik kloter dan sektor diharapkan jemaah yang sakit bisa ditangani lebih awal. Namun layanan kesehatan memang harus diperluas mengingat tahun ini banyak sekali jemaah masuk kategori berisiko tinggi (Risti).

Sebelumnya Kepala Seksi Kesehatan Daerah Kerja (Daker) Mekkah PPIH 1436H/2015 dr Thafsin Alfarizi mengakui tahun ini jamaah Risti lebih banyak dari perkiraannya, yaitu dari sekitar 88.000 orang menjadi di atas 100 ribu orang.

Antara