JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Jokowi Diminta Serius untuk Investigasi Kasus Tewasnya Udin

Jokowi Diminta Serius untuk Investigasi Kasus Tewasnya Udin

90
BAGIKAN
Ilustrasi
Ilustrasi

JOGJA– International Partnership Mission for Indonesia (IPMI) mendesak Presiden Joko Widodo untuk memerintahkan investigasi komprehensif terhadap kasus pembunuhan wartawan Muhammad Syafruddin (Udin).

IPMI terdiri dari sejumlah institusi pemerhati media di tingkat global dan Indonesia, antara lain Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Article 19 (London), Center for Law and Democracy, Committee to Protect Journalist, International Federation of Journalist (IFJ), International Media Support, Open Society Foundation, Southeast Asia Press Alliance, Tifa Foundation.

Dalam surat yang ditujukan kepada presiden tertanggal 4 September 2015, IPMI merasa perlu untuk mengulang sekali lagi bahwa Indonesia memiliki kewajiban di bawah The International Covenant on Civil and Political Rights untuk menyidik Kasus Udin dengan baik, dan melindungi hak jurnalis untuk melakukan tugasnya dengan aman.

“Kami mendesak Anda menekan Polri untuk memulai penyidikan terhadap pembunuh Udin. Menginvestigasi kesalahan penanganan dalam investigasi sebelumnya seperti diatur oleh Mahkamah Konstitusi,” sebut IPMI dalam surat yang juga ditembuskan kepada Kapolri Jendral Badrodin Haiti, sebagaimana disampaikan Ketua AJI Indonesia Suwarjono.

Udin, wartawan surat kabar harian Bernas di Yogyakarta, diserang oleh dua orang di depan rumahnya pada tanggal 13 Agustus 1996. Dia meninggal tiga hari kemudian karena luka parah.

Investigasi polisi pada awalnya berfokus pada dugaan adanya perselingkuhan yang kemudian terbukti salah.

Investigasi independen yang dilakukan oleh beberapa lembaga termasuk AJI menemukan bukti bahwa pembunuhan itu berkaitan dengan laporan Udin tentang korupsi dan pemilihan bupati.

Tribunjogja