JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Jokowi Minta Kapolri Usut Tuntas Kasus Pembunuhan Petani Lumajang

Jokowi Minta Kapolri Usut Tuntas Kasus Pembunuhan Petani Lumajang

79
BAGIKAN
Pegiat lingkungan yang tergabung dalam Tunggal Roso melakukan aksi solidaritas terhadap pembunuhan petani penolak tambang pasir Lumajang bernama Salim Kancil di depan Balaikota Malang, Jawa Timur, Senin (28/9/2015). ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto
Pegiat lingkungan yang tergabung dalam Tunggal Roso melakukan aksi solidaritas terhadap pembunuhan petani penolak tambang pasir Lumajang bernama Salim Kancil di depan Balaikota Malang, Jawa Timur, Senin (28/9/2015). ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meminta Kapolri untuk mengusut tuntas kasus penganiayaan dan pembunuhan aktivis petani di Lumajang, Jawa Timur, yang terjadi pada 26 September.

“Presiden sudah minta kapolri untuk mengusut pelaku penganiayaan. Saya kira kemarin sudah ditetapkan sejumlah tersangka,” ujar Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki di kompleks Istana Negara, Jakarta, Selasa (29/9/2015).

Teten juga mengatakan nantinya akan ada semacam panduan kepada kepolisian RI agar jangan menggunakan kekerasan terhadap konflik-konflik lahan antara masyarakat dengan pebisnis.

Kantor Kepala Staf Kepresidenan juga akan terus memantau penyelesaian kasus yang menewaskan seorang aktivis yang juga seorang petani, Salim Kancil setelah dianiaya sejumlah orang.

Teten juga menegaskan konflik agraria di Indonesia merupakan konflik gunung es karena sudah berlangsung sejak lama.

“Kalau kita lihat kasus-kasusnya sudah terjadi puluhan tahun jadi bukan konflik agraria yang baru, rata-rata puluhan tahun,” ujar Teten.

Salim Kancil (46), aktivis petani yang menolak penambangan pasir di Lumajang, Jatim, tewas setelah dianiaya pendukung tambang di desa Selok Awar-awar.

Tidak hanya Salim, seorang petani lainnya Tosan juga dianiaya hingga kondisinya kritis karena luka bacokan.

Kedua korban merupakan petani yang dari awal menolak penambangan pasir di desanya karena dapat mengakibatkan kerusakan serta mengancam produksi pertanian di desanya.

Kegiatan penambangan dilakukan awal tahun 2014. Ketika itu warga diundang kepala desa untuk sosialisasi pembuatan kawasan wisata tepi pantai obyek wisata Watu Pecak.

Namun tak pernah terealisasi, yang terjadi justru penambangan di area oleh sebuah perusahaan.

Ageng Wibowo | Antara

(Baca: Aktivis Penolak Tambang Pasir Tewas Dianiaya, Polisi Tetapkan 18 Tersangka)