Jokowi Sebut Ekonomi Indonesia Jauh Lebih Baik Dibanding 1998

Jokowi Sebut Ekonomi Indonesia Jauh Lebih Baik Dibanding 1998

74
Joko Widodo | dok.Joglosemar
Joko Widodo | dok.Joglosemar

JAKARTA – Presiden Joko Widodo menyatakan kondisi ekonomi Indonesia saat ini sangat jauh lebih baik ketimbang pada 1998 atau 2008.

“Kondisi ekonomi kita saat ini kalau dibandingkan dengan tahun 1998 maupun 2008. Dari angka-angka yang saya peroleh dikatakan jauh lebih baik,” kata Presiden Jokowi dalam Sidang Kabinet Paripurna di Kantor Presiden Jakarta, Rabu (2/9/2015).

Meskipun begitu, ia menegaskan Indonesia berkejaran dengan waktu untuk menderegulasi aturan yang menghambat iklim usaha dan investasi, kendati data lapangan menunjukkan hal-hal positif tengah berkembang dalam perekonomian nasional.

Baca Juga :  Proyek Sekolah Satu Atap Ditarget Desember, Tapi Sekarang Baru 22%

“Kita berkejaran dengan waktu, meskipun data yang ada seperti rasio kecukupan modal, capital adequacy ratio, perbankan Indonesia saat ini masih di atas 20 persen,” kata Jokowi.

Angka itu dinilai Jokowi sangat bagus jika dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia, bahkan termasuk yang paling baik di Asia.

Baca Juga :  Perenang Muda Kota Solo Pilih Konsentrasi ke Jakarta

Ia juga menunjuk cadangan devisa Indonesia yang sampai kini masih 107 miliar dolar AS. “Ini mencukupi untuk 7,5 bulan impor kita,” tandas Jokowi.

Selanjutnya, kata dia, rasio hutang luar negeri Indonesia berada pada level 34 persen yang artinya masih sangat jauh lebih baik dibandingkan pada 1998 yang berada pada posisi 120 persen.

 Hanni Sofia Soepardi | Antara

BAGIKAN