JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Jumlah Penduduk Berusia Lanjut Capai 59 Persen, Pemkab Klaten Anggarkan Bantuan Sosial...

Jumlah Penduduk Berusia Lanjut Capai 59 Persen, Pemkab Klaten Anggarkan Bantuan Sosial Rp1,85 Miliar

121
BAGIKAN
Ilustrasi
Ilustrasi

KLATEN – Menurut data dari Pendataan Program Perlindungan Sosial (PPLS) di wilayah Kabupaten Klaten pada 2015 terdapat 869.474 jiwa penduduk yang berusia lanjut (Lansia). Bila dipersentasekan sebanyak 59 persen dari total penduduk Klaten yang berjumlah 1.469.253 jiwa.

Oleh karena itu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten menganggarkan dana hibah dalam bentuk bantuan sosial (Bansos) kepada para lansia di Klaten sebesar Rp 1,85 miliar

Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Klaten, Sugeng Haryanto mengatakan, bantuan sebesar 1,85 miliar yang diambil dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) itu, diserahkan kepada Komisi Daerah (Komda) Lansia Klaten.

“Kami bekerja sama dengan Komda Lansia untuk mendata penduduk lansia yang ada di Klaten. Serta untuk dapat menyalurkan bantuan-bantuan kepada mereka,”tuturnya, Rabu (16/9/2015).

Menurut Sugeng data dari PPLS di wilayah Kabupaten Klaten, terdapat 869.474 lansia atau penduduk berusia diatas 45 tahun. Dan ada sebanyak 15.079 lansia di Klaten masuk kedalam golongan sangat miskin.

“Penduduk lansia yang masuk golongan sangat miskin itu kami perhatian dengan serius, terutama untuk pelayanan kesehatan. Saat ini, kami sudah merencanakan agar penduduk lansia yang tergolong sangat miskin itu mendapatkan alokasi dana lewat Dana Desa [DD] untuk fasilitas kegiatan dan kesehatan lansia, posyandu lansia dan lain sebagain,”jelasnya.

Sementara itu, Kabid Sosial Dinsosnakertrans Klaten, Dewi Krisnawati mengatakan, dana bansos bagi para lansia digunakan untuk pemenuhan dasar yakni kebutuhan makan. Bantuan diberikan melalui komda lansia dengan sejumlah kriteria penerima bantuan diantaranya miskin serta memiliki penyakit berat atau cacat.

Dewi melanjutkan,ditarget, dana yang dialokasikan melalui APBD tersebut diberikan kepada 2.500 lansia dengan masing-masing lansia menerima dana senilai Rp50.000 perbulan.

“Untuk pencairannya tidak setiap bulan, tetapi dalam beberapa bulan sekaligus. Untuk menghindari bantuan sampai ke tangan penerima tidak utuh, penyaluran diberikan lewat kantor pos dengan tujuan ke rumah masing-masing penerima,” jelasnya.

Dani Prima