JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Juru Parkir Coyudan Terus Dilatih Operasional Parkir Elektronik

Juru Parkir Coyudan Terus Dilatih Operasional Parkir Elektronik

89
BAGIKAN
Ilustrasi parkir
Ilustrasi parkir

SOLO– Para Juru Parkir (Jukir) yang nantinya akan bertugas mengoperasionalkan alat parkir elektronik di Jalan Radjiman tepatnya di Coyudan terus dilatih oleh UPTD Perparkiran Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Surakarta.

Pelatihan ini dilakukan supaya para Jukir ini benar-benar siap ketika parkir dengan sistem elektronik di Jalan Radjiman diberlakukan.

Kepala UPTD Perparkiran Dishubkominfo Kota Surakarta, M Usman mengatakan, untuk memberlakukan parkir dengan sistem elektronik di Jalan Radjiman sepanjang 250 meter memang butuh persiapan yang matang. Tak hanya dari sisi peralatan saja, namun juga perlu dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM) dalam hal ini Jukir.

“Persiapan akan terus kami matangkan. Rencana nanti Minggu pertama di bulan Oktober parkir elektronik akan kami launching,” kata Usman.

Sementara itu, salah seorang Jukir yang mengikuti pelatihan menggunakan alat parkir elektronik dan melakukan simulasi parkir elektronik, Rizky Hermawan (19) mengatakan ternyata penggunaan alat parkir elektronik ini sangat mudah.

Yaitu tinggal memasukkan nomor plat kendaraan saja dan sudah keluar karcis parkirnya. Begitu juga ketika kendaraan mau pulang, tinggal memasukkan plat nomor kendaraan saja sudah keluar tarif parkir yang harus di bayar pelanggan.

“Lebih mudah dan praktis. Dan dengan sistem elektronik ini maka para Jukir seperti kita-kita ini bisa dipercaya karena tidak main-main dalam menentukan tarif. Karena kadang kalau tidak menggunakan sistem elektronik ini, ada yang tidak percaya dengan tarif yang kita tentukan dan ada yang ngeyel,” ujar Rizky.

Rizky yang nantinya bertugas di depan Toko Kilat hingga Gereja Coyudan mengaku ditemani dua Jukir. “Saya yang pegang alatnya, kemudian dua rekan saya yang menata kendaraan,” kata Rizky yang sudah dua tahun menjadi Jukir motor di Jalan Radjiman tersebut.

Kemudian Katiman (50) yang juga ikut melakukan simulasi di Kantor Dishubkominfo Kota Surakarta mengaku nyaman dengan sistem parkir elektronik tersebut. Namun Katiman tidak bertugas mengoperasionalkan alat, melainkan hanya menata kendaraan.

“Saya kan sudah tua, jadi saya memilih untuk menata kendaraan saja. Karena kalau mengoperasikan alat, kalau harus mencet angka-angka takute salah. Maklum usia sudah kepala lima,” ujar Katiman.

Dwi Hastuti