Juru Parkir Coyudan Tolak Sistem Parkir Elektronik

Juru Parkir Coyudan Tolak Sistem Parkir Elektronik

84
Ilustrasi parkir
Ilustrasi parkir

SOLO– Juru parkir yang berada di kawasan Coyudan, Solo mengaku tidak setuju dengan diberlakukannya parkir dengan sistem elektronik di kawasan tersebut.

Bahkan hingga sekarang, para juru parkir tersebut belum mendapatkan sosialisasi terkait dengan pemberlakuan parkir sistem elektronik yang rencananya akan diterapkan bulan ini.

Salah seorang juru parkir di Coyudan, Yahman (40) mengatakan, hingga saat ini dirinya belum pernah mendapatkan sosialisasi terkait dengan pemberlakuan sistem parkir baru tersebut. Hanya saja, terkait adanya kabar akan digunakannya parkir elektronik ini pihaknya sudah mendengar.

“Ya sudah mendengar kabarnya dari teman-teman. Tapi nanti pelaksanaannya gimana dan kapan akan diterapkan saya tidak tahu karena memang belum ada sosialisasi,” kata Yahman saat ditemui di Kawasan Coyudan, Selasa (8/9/2015).

Baca Juga :  Ini Cara Warga Karangasem Solo Meriahkan HUT ke-72 RI

Lanjut Yahman, dirinya mengaku tidak setuju dengan diberlakukan parkir elektronik tersebut. Dirinya lebih memilih parkir tetap dengan sistem manual seperti sediakala.

“Menurut saya kalau parkir dengan sistem elektronik malah repot. Mending manual saja,” imbuh Yahman.

Bahkan , Yahman pun bingung bagaimana pelaksanaannya nanti dan bagaimana sistem pembayarannya.

“Teknisnya saya belum tahu bagaimana. Apakah nanti juru parkir ini masih digunakan atau tidak. Misal positif diganti dengan parkir elektronik, maka saya berharap kami-kami para juru parkir masih digunakan,” ujar Yahman yang sudah 12 tahun menjadi juru parkir di Coyudan.

Sementara itu, Sukimin (51) yang juga sebagai juru parkir di Coyudan mengaku belum mendapatkan sosialisasi terkait dengan parkir elektronik. “Belum tahu mbak karena belum ada sosialisasi,” kata Sukimin.

Baca Juga :  GP Anshor Nyatakan Siap Kawal Perppu Ormas

Sukimin juga mengaku tidak setuju dengan diberlakukannya parkir elektronik. Sukimin memilih tetap menggunakan parkir manual.

“Ribet menurut saya. Di Kawasan Coyudan kan beda dengan mall yang terdapat satu pintu masuk dan satu pintu keluar. Lalu nanti penataan parkirnya bagaimana,” kata Sukimin.

Kemudian Sukimin juga tidak tahu apakah kalau nanti jadi menggunakan parkir elektronik, lalu bagaimana dengan nasib para juru parkir. “Saya belum tahu nanti nasib para juru parkir ini bagaimana. Ya semoga segera ada sosialisasi supaya para juru parkir tidak bingung,” kata Sukimin.

Dwi Hastuti

BAGIKAN