JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Juru Parkir Kawasan Coyudan Dilatih Gunakan Peralatan Parkir Elektronik

Juru Parkir Kawasan Coyudan Dilatih Gunakan Peralatan Parkir Elektronik

68
BAGIKAN
SERAGAM BARU JURU PARKIR--Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo memakaikan blangkon hitam pada juru parkir saat digelar apel pelaksanaan penyerahan dan pemakaian seragam baru juru parkir di depan Lojigandrung, Solo, Kamis (1/8). Sebanyak 3.500 juru parkir di Kota Solo diberikan seragam lurik dan blangkon hitam sebagai wujud memanusiakan juru parkir dan sekaligus juga melestarikan pakaian adat Jawa. Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo
SERAGAM BARU JURU PARKIR–Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo memakaikan blangkon hitam pada juru parkir saat digelar apel pelaksanaan penyerahan dan pemakaian seragam baru juru parkir di depan Lojigandrung, Solo, Kamis (1/8). Sebanyak 3.500 juru parkir di Kota Solo diberikan seragam lurik dan blangkon hitam sebagai wujud memanusiakan juru parkir dan sekaligus juga melestarikan pakaian adat Jawa. Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo

SOLO– Terkait diberlakukannya parkir dengan sistem elektronik di Jalan Radjiman tepatnya di kawasan Coyudan, Solo, sejumlah Juru Parkir (Jukir) mendapatkan sosialisasi dari UPTD Perparkiran Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Surakarta pada Rabu (9/9/2015).

Sosialisasi yang diberikan kepada Jukir tersebut meliputi bagaimana cara menghidupkan alat, mengoperasionalkan dan mematikan.

Kepala UPTD Perparkiran Dishubkominfo Kota Surakarta, M Usman mengatakan, selama tiga sampai empat hari ini akan memanggil Jukir secara bertahap untuk dilatih dan dikenalkan dengan alat parkir elektronik.

“Terdapat 48 Jukir yang bertugas di Jalan Radjiman atau tepatnya di perempatan Toko Kilat hingga Perempatan Singosaren. Ya kita latih semuanya namun waktunya secara bertahap,” terang Usman di kantornya, Rabu (9/9/2015).

Di hari pertama pelatihan, para Jukir pun mengaku sudah bisa memahami. Nantinya, terdapat sembilan alat parkir elektronik. Empat diantaranya untuk motor, lalu empat lagi untuk mobil dan satu untuk cadangan.

Usman menjelaskan, jika alat parkir elektronik ini tidak statis seperti yang dibayangkan kebanyakan orang. Namun alat parkir elektronik ini bisa dibawa mobile. Sehingga bukan pengguna parkir yang mendekati alat, namun alat parkir elektronik ini akan dibawa Jukir untuk mendekati pengguna parkir.

“Jadi ketika sudah mengetahui, ternyata lebih praktis. Di alat tersebut dengan mudahnya menulis nomor polisi dan jam datang serta ngeprin kertas sebagai tanda parkir,” kata Usman.

Untuk itu, nantinya tugas Jukir ini akan dibagi-bagi. Yaitu ada yang bertugas mengeperasionalkan alat, lalu menata kendaraan parkir, mengecek kendaraan saat pengguna parkir mau pulang dan menarik retribusi parkir.

“Jadi Jukir yang digunakan ya Jukir yang biasa mangkal di tempat tersebut,” ujar Usman.

Untuk pembagiannya, di Jalan Radjiman yang diterapkan sistem parkir elektronik tersebut memiliki panjang 200 meter. Sehingga setiap jarak 50 meter, terdapat satu alat di masing-masing Jukir motor dan mobil.

“Paling lambat awal Oktober parkir dengan sistem elektronik ini harus sudah dilaunching,” ujar Usman.

Dan untuk tarifnya nanti diberlakukan progresif sesuai dengan Perda Retribusi Pemkot Surakarta No. 9/ 2011. Untuk satu jam pertama, mobil dikenakan Rp 2.000. Jika lebih satu jam maka per jam dihitung Rp 2.000 per mobil. Kemudian untuk motor satu jamnya Rp 1.500. Jika lebih satu jam, maka per jam dihitung Rp 1.500.

Dwi Hastuti