JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Jusuf Kalla: Untuk Bahan Pangan Pemerintah Masih Perlu Impor

Jusuf Kalla: Untuk Bahan Pangan Pemerintah Masih Perlu Impor

41
BAGIKAN
ANTARA FOTO/HO/Humas UMY Hamim Thohar
ANTARA FOTO/HO/Humas UMY Hamim Thohar

JAKARTA – Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, pemerntah masih membuka keran impor untuk bahan pangan.

Kebijakan impor tersebut diambil karena hingga kini produksi lokal belum bisa memenuhi kebutuhan masyarakat akan bahan pangan.

“Pangan tidak bisa serta merta langsung stop, karena harus dipenuhi kebutuhannya dalam negeri dulu,” kata Jusuf Kalla usai menghadiri rapat kordinasi di Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Rabu (16/9/2015).

Bila impor dikurangi di saat produksi dalam negeri belum memadai, maka yang terjadi adalah kelangkaan bahan pangan.

Kelangkaan itu akan membuat harga bahan pangan melonjak tinggi, dan pastinya akan merugikan masyarakat luas.

Bahan pangan yang masih didatangkan dari luar negri antara lain, Jagung, gula dan yang terbesar adalah gandum yang jumlahnya sekitar 7 juta ton per tahun.

Khusus untuk gandum, Jusuf Kalla mengatakan dalam waktu dekat pemerintah akan mengumpulkan para pemilik pabrik terigu, untuk mengurangi gandum impor.

“Maka dalam keadaan krisis (ekonomi) begini, mengurangi impor pangan dilakukan dengan meningkatkan produksi,” katanya.

Pemerintah mendorong peningkatan produktivitas dengan cara mendistribusikan bibit yang kualitasnya lebih baik, memperbaiki sistem pengairan hingga menyalurkan kredit ke petani.

Ia memprediksi target swasembada pangan bisa dicapai dalam beberapa tahun ke depan.

Tribunnews