Kapal Tenggelam di Perairan Malaysia Harus Diusut

Kapal Tenggelam di Perairan Malaysia Harus Diusut

65
Ilustrasi : dok.Soloblitz
Ilustrasi : dok.Soloblitz

MEDAN – Kapal kayu yang membawa puluhan orang warga negara Indonesia, mengalami karam di sekitar perairan Sabak Bernam, Selanggor, Malaysia, Kamis (3/9/2015), perlu dilakukan pengusutan.

“Penyelidikan kapal tersebut, untuk mengetahui apakah ada kemungkinan terjadi kesalahan mengenai kelayakan angkutan laut tersebut,” kata Pakar Hukum Internasional Universitas Sumatera Utara, Prof Dr Suhaidi SH, di Medan, Minggu (6/9/2015), ketika diminta kometarnya mengenai karamnya kapal tersebut.

Menurut dia, jika hal ini memang benar ada terjadi kelalaian pada kapal penumpang yang mengangkut warga negara Indonesia (WNI).

Baca Juga :  Tujuh Pejabat Baru Sragen Ditantang Sejumlah Tugas Berat, Begini Kata Bupati

“Maka, perlu dipertanyakan kepada pihak otoritas pelabuhan sebagai awal keberangkatan kapal tersebut,” ujar Suhaidi.

Dia menyebutkan, saat pelayaran kapal tersebut ke Indonesia, apakah petugas kepelabuhanan telah memeriksa kalaikan armada laut itu.

Sebab, selama ini kasus yang sering terjadi menimpa kapal penumpang adalah kurangnya pengawasan petugas berwenang.

“Peristiwa yang terjadi menimpa WNI ini, juga mengambil korban jiwa dan dapat dijadikan pengalaman yang sangat berharga,” kata Guru Besar Fakultas Hukum USU.

Baca Juga :  Wisuda FSRD ISI Surakarta Bertemakan Garden Party

Sementara itu, Wakil Duta Besar Indonesia untuk Malaysia, Hermono, mengatakan, berdasar keterangan nelayan, kapal tersebut dinaiki sekitar 100 orang.

Jumlah penumpang yang melebihi kapasitas ini diduga menjadi penyebab tenggelamnya kapal karena cuaca relatif cerah.

Operasi pencarian masih berlangsung dan akan dilakukan selama tujuh hari dengan mengerahkan tujuh kapal dan satu helikopter.

Munawar Mandailing | Antara

 

BAGIKAN