JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Kapolres Sukoharjo: Rangkaian yang Ditemukan di Jembatan Kereta Api Plumbon Positif Bom

Kapolres Sukoharjo: Rangkaian yang Ditemukan di Jembatan Kereta Api Plumbon Positif Bom

193
Ilustrasi
Ilustrasi

SUKOHARJO – Kapolres Sukoharjo, AKBP Andy Rifai memastikan rangkaian yang ditemukan pekerja proyek perbaikan jembatan perlintasan kereta api di Ngebrak, Desa Plumbon, Kecamatan Mojolaban mengandung unsur bahan peledak. Setelah diurai oleh Tim Penjinak Bom Brimob Subden C Pelopor, Grogol, bom rakitan dalam termos berwarna biru terdapat unsur bahan peledak (handak), detonator, serpihan besi, paku dan kaca.

Menurut kapolres, pelaku teror tidak bermaksud meledakkan bom rakitan itu dilokasi. Sebab, tidak ditemukan baterei sebagai pemicu ledakan didalamnya.

“Dari hasil detonator sudah diketahui itu memang rangkaian bom. Tapi tidak sedang mau diledakkan. Karena disitu tidak ada dayanya baterei atai acu (pemicu ledakan),” terang kapolres, Rabu (30/9).

Kapolres juga tidak berani berandai-andai apakah ada kelompok teroris terlibat dalam peletakan bom tidak jauh dari proyek PT KAI ini. Pihaknya masih mendalami motif dibalik teror bom tersebut. Yang jelas pihaknya sudah memeriksa dua orang saksi yang mengetahui hal tersebut. Saksi menyebutkan, sempat mencurigai orang tidak dikenal berada dilokasi proyek sebelum ditemukannya bom ini pada Senin (28/9) sore.

Kapolres mengatakan, penanganan telah diserahkan pada Detasemen Khusus Anti Teror (Densus 88). “Siapa pelakunya masih didalami Tim Densus. Apakah kemungkinan ada kelompok-kelompok tertentu ada kaitannya bom itu masih didalami,” katanya.

Mengenai apakah peletakan bom ini berkaitan dengan Pilkada 2015, kapolres belum mengarahkan penyelidikan kearah itu. Namun mengenai kebaradaan dekat dengan jalur kereta api, pantas diwaspadai. Terkait apakah perakit bom merupakan profesional atau amatir, kapolres mangatakan masih mendalami.

“Tapi kalau melihat orang sudah bisa membuat campuran handaknya, bisa merangkai berarti dia sudah lama berlatih,” terangnya.

Seperti diketahui, pekerja proyek perbaikan pilar jembatan TP Kereta Api Indonesia di Dukuh Ngebrak, Desa Plumbon, Kecamatan Mojolaban menemukan bom. Informasi yang dihimpun dilokasi kejadian, bom tersebut berdaya ledak hingga radius 1 kilometer (km).

Bom itu dirakit dalam termos air panas berwarna biru muda. Benda tersebut diletakkan seseorang tak dikenal dipinggir Sungai Bengawan Solo. Bom tersebut berada sekitar 200 meter dari lokasi pengerjaan proyek perbaikan jembatan rel kereta api tersebut.

Sofarudin

BAGIKAN