JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Karir Aris di Persis Tamat

Karir Aris di Persis Tamat

91

aris budi sSOLO – PT Persis Solo Saestu memutuskan tak memakai jasa pelatih Aris Budi Sulistyo pada kompetisi musim depan. Dalam rapat yang digelar di Balai Persis, Selasa (8/9/2015) malam, Aris dinilai gagal saat menahkodai Laskar Sambernyawa pada Piala Kemerdekaan 2015.

Kegagalan Persis Solo dalam pertarungan Piala Kemerdekaan grup C lalu memang membuat kecewa direksi maupun suporter Pasoepati. Dari lima pertandingan yang dilakoni, Bayu Andra dan kawan-kawan hanya meraih dua kemenangan, dua hasil seri dan sekali kekalahan. Persis yang awalnya diunggulkan jadi juara malah gagal lolos fase grup karena hanya menempati peringkat empat di grup C.

Hasil itu pun kemudian memunculkan desakan dari kalangan suporter yang meminta Aris diganti. Ribuan Pasoepati yang memadati Stadion Manahan saat laga fase grup sudah meneriakkan yel-yel pergantian pelatih. Dua kali rapat yang digelar mulai pekan lalu kemudian memunculkan keputusan untuk tak melanjutkan kerja sama dengan Aris.

“Acuan utama memang hasil di Piala Kemerdekaan 2015. Dengan materi bagus, persiapan matang dan faktor tuan rumah, Persis tetap saja tidak lolos ke fase selanjutnya. Jadi kami anggap itu sebagai sebuah kegagalan,” terang Chief Executive Officer (CEO) PT Persis Solo Saestu, Paulus Haryoto dalam jumpa pers di Balai Persis, Rabu (9/9/2015) siang.

Keputusan tersebut tak membuat Aris Budi larut dalam kekecewaan. Setelah tak menukangi Laskar Sambernyawa, mantan pelatih Persik Kediri itu akan fokus dengan pekerjaannya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kediri. Selain itu, Aris mengaku sedang mencari klub yang membutuhkan jasanya.

“Saya menghormati apapun keputusan Persis Solo. Kalau sudah tidak dilanjutkan ya saya akan fokus ke kerjaan saja. Tapi saya tetap ingin menyaksikan Persis main di Manahan,” tutur Aris.

Bukan perkara susah bagi Persis Solo mencari pengganti Aris. Paulus menyebut sudah ada tiga hingga lima pelatih kaliber nasional yang sudah melakukan penjajakan. Namun, dalam waktu dekat perusahaan belum berencana menunjuk pelatih baru.

“Nanti kalau sudah ada titik terang tentang kapan kompetisi kembali digulirkan, kami baru akan menunjuk pelatih baru. Paling lambat sebulan sebelum kompetisi dimulai. Kalau dalam waktu dekat ada agenda uji coba atau ikut turnamen, mungkin pakai karetaker dulu,” jelas Paulus.

Terkait identitas pelatih yang mendekat, Paulus enggan membocorkan. Dirinya hanya mengatakan seluruh pelatih yang mendekat pernah menukangi tim-tim di Indonesia Super League (ISL). Nantinya, sistem penunjukkan pelatih baru akan menggunakan sistem seleksi, melalui presentasi program jangka panjang masing-masing calon pelatih.

Nofik Lukman Hakim

BAGIKAN