Kasus Penemuan Mayat di Nglorog, Yuni Diketahui Gagal dalam Urusan Asmara

Kasus Penemuan Mayat di Nglorog, Yuni Diketahui Gagal dalam Urusan Asmara

188
Ilustrasi: dok.soloblitz
Ilustrasi: dok.soloblitz

SRAGEN– Tabir di balik kematian tragis Tri Wahyuni alias Yun (44) warga Dukuh Tegalsari RT 12, Desa Ketro, Tanon yang ditemukan tewas mengenaskan di sawah Kampung Kendal, Nglorog ahad lalu, perlahan mulai menemukan titik terang. Informasi terakhir dari penyelidikan aparat, korban diketahui sering ke Sragen tiap malam minggu di sekitaran Mall Harmony, Beloran.

Petunjuk itu terungkap dari penelusuran sejumlah penyidik Polres ke beberapa lokasi yang dicurigai ada keterlibatan dengan korban. Salah satu personel Polres menyampaikan, sejumlah warga di sekitar pertigaan Beloran dan petugas di Mall Harmony sama-sama menyampaikan bahwa korban seringkali terlihat nongkrong tiap malam minggu hingga tengah malam di pertigaan dekat Mall Harmony.

Baca Juga :  Bawa Lari Enam Sapi dan Tipu Belasan Peternak di Tanon, Polres Sragen Kejar Sindikat Ini

“Petugas keamanan mall juga sering melihat tiap malam minggu korban selalu di dekat mall dan seperti menunggu. Tapi memang tidak ada yang curiga,” ujar personel yang minta identitasnya tidak disebut itu.

Data lain yang dihimpun dari penyelidikan, korban yang diketahui agak terganggu psikologisnya itu, sering bercerita ke beberapa orang acapkali dirinya habis diajak kencan dengan seseorang. Bahkan, kadang korban juga sering menceritakan dikasih uang berapa dari orang yang membawanya.

Namun korban tidak pernah menyebutkan nama orang yang mengencaninya, hanya menyampaikan ciri-ciri orang itu. Hal inilah yang sedikit membuat polisi kesulitan untuk mendapatkan kejelasan siapa saja yang bersama korban pada malam kejadian. Dari informasi warga, korban diketahui sempat menamatkan bangku MTSN akan tetapi kemudian mengalami depresi akibat batal menikah.

Baca Juga :  Tragis, Pulang Dari Sawah, Petani di Sidoharjo, Sragen Langsung Syok Lihat Rumahnya Sudah Jadi Abu

Sementara, untuk menguak dan melacak pelakunya, kini Polres dikabarkan mulai memfokuskan penyelidikan di tiga titik. Masing-masing di lokasi kejadian, di rumah korban dan di areal sekitar Harmony yang diketahui sering digunakan untuk nongkrong korban.

Kapolres Sragen, AKBP Ari Wibowo melalui Kasubag Humas AKP SAptiwi Retnowati menyampaikan hingga kini penyelidikan masih terus dilakukan. Sementara, Kasat Reskrim AKP Windoyo menyampaikan pengusutan dan penyelidikan melibatkan sekitar 20 personel Reskrim. Pihaknya berharap dalam satu dua hari, sudah bisa ada titik terang pelakunya. Mengenai terduga pelaku, ia juga sempat menyebut kemungkinan memang lebih dari satu.

Wardoyo

BAGIKAN