Katering Haji, Wajib Steril dan Beberapa Kali Diuji

Katering Haji, Wajib Steril dan Beberapa Kali Diuji

61
katering haji foto: kemenag.go.id
katering haji foto: kemenag.go.id

SOLO– CV Cipta Boga Vidi merupakan perusahaan katering yang melayani makan para jamaah Calon Haji (Calhaj) di Embarkasi Adi Soemarmo Solo.

Bukan hal yang asing lagi bagi CV Cipta Boga Vidi ketika harus menyiapkan makanan untuk tamu-tamu Allah ini. Karena CV Cipta Boga Vidi sudah beberapa kali terpilih menjadi katering untuk jamaah Calhaj di beberapa embarkasi.

Dalam menyiapkan makanan untuk jamaah Calhaj ini pada dasarnya sudah menjadi biasa. Pasalnya CV Cipta Boga Vidi yang berkantor di Yogyakarta ini sudah berpengalaman di dunia katering baik di pernikahan atau di kegiatan lain. Sehingga ketika harus menyiapkan 1.000 porsi sekali masak untuk konsumen sudah menjadi hal yang biasa.

Dan dalam proses memasak, tentunya higenis ini adalah hal yang selalu ditekankan. Tak heran ketika Joglosemar bertandang ke dapur yang menjadi lokasi masak CV Cipta Boga Vidi di Asrama Haji Donohudan ini, semua kru masak menggunakan standar yang telah digunakan.

Baca Juga :  Revitalisasi Pasar Klewer Timur Tunggu Pusat

Semua kru masak pun menggunakan penutup kepala supaya kotoran yang ada di kepala tidak mengotori makanan saat melakukan proses memasak.

Kemudian saat merajik bahan atau memasukkan snack di dalam dus, tangan pun harus menggunakan sarung tangan yang sudah disiapkan supaya benar-benar steril. Termasuk kondisi lantai dapur pun harus benar-benar bersih. Bahkan disetiap pintu masuk dapur, terdapat tirai plastik yang berfungsi itu mencegah serangga masuk.

Wakil Project Manager PT Cipta Boga Vidi, Yusuf Iswahyudi mengatakan dalam proses memasak, proses yang higeinis memang diutamakan. Dan sebelum disajikan, setiap hidangan harus masuk di uji sampling terlebih dahulu di ruang sampling makanan. Tim dari Balai Teknik Kesehatan Lingkungan (BTKL) dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) yang melakukan uji sampling ini.

“Jadi sebelum disajikan, sekitar 1 hingga 1,5 jam sebelum disajikan diambil sampling terlebih dahulu. Ini dilakukan supaya makanan ini benar-benar aman,” kata Yusuf kepada Joglosemar.

Baca Juga :  Gapensi Bantu Rp 200 Juta untuk Rumah Tak Layak Huni di Solo

Kemudian untuk kru memasak juga sudah mendapatkan pelatihan terkait dengan Food Savety Manajemen. Sehingga kru masak yang digunakan mengetahui prosedur keselamatan dalam memasak.

Sedangkan Project Manager CV Cipta Boga Vidi, Joko Mukti menambahkan, dengan dilakukan uji laboratorium tersebut, membuktikan bahwa makanan dan snack yang diberikan kepada jamaah Calhaj ini memang benar-benar sehat.

Tak hanya itu, dari manajemen katering juga menyiapkan menu khusus untuk jamaah Calhaj dengan penyakit tertentu. Misalnya jamaah Calhaj dengan penyakit hipertensi, Diabetes Mellitus (DM) ini akan diberi menu khusus.

“Jadi dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) nanti memberi data jamaah yang sakit kepada kami. Lalu kemudian kami sesuaikan menunya sesuai dengan jenis penyakit yang diderita,” pungkas Joko.

Dwi Hastuti

BAGIKAN