JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Kebakaran Putri Cempo Belum Bisa Dipadamkan

Kebakaran Putri Cempo Belum Bisa Dipadamkan

117
BAGIKAN
Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo KEBAKARAN PUTRI CEMPO--Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api yang membakar tumpukan sampah di tempat pembuangan akhir sampah Putri Cempo, Mojosongo, Solo, Senin (7/9/2015). Api yang mulai muncul pada Minggu (6/9) malam tersebut dipadamkan agar asapnya tidak mengganggu warga yang bermukim di sekitar tempat pembuangan akhir sampah Putri Cempo.
Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo
KEBAKARAN PUTRI CEMPO–Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api yang membakar tumpukan sampah di tempat pembuangan akhir sampah Putri Cempo, Mojosongo, Solo, Senin (7/9/2015). Api yang mulai muncul pada Minggu (6/9) malam tersebut dipadamkan agar asapnya tidak mengganggu warga yang bermukim di sekitar tempat pembuangan akhir sampah Putri Cempo.

SOLO– Hingga Selasa (22/9/2015) malam, kebakaran yang melanda di Tempat Pengolahan Akhir (TPA) Putri Cempo sejak 6 September lalu masih belum bisa dipadamkan. Untuk itu, dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surakarta menggandeng TNI dan Polri untuk membantu proses pemadaman.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kota Surakarta, Gatot Sutanto mengatakan, sejak terjadinya kebakaran, memang dari BPBD, Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Surakarta dan Bakorwil selalu siaga dengan mobil pemadam kebakaran. Evaluasi pelaksanaan pemadaman terus dilakukan karena asap dari kebakaran tersebut mengganggu warga sekitar.

“Memang kebakaran di Putri Cempo sudah cukup lama, yaitu sekitar dua Minggu lebih,” terang Gatot, Selasa (22/9/2015).

Dalam melakukan proses pemadaman, terdapat beberapa kesulitan yang harus dihadapi. Pertama yaitu objek sampah yang terbakar ini kebanyakan dari plastik sehingga air yang disemprotkan tidak meresap ke dalam namun malam meluber ke kanan kiri. Padahal saat ini yang kelihatan hanya asap saja, sedangkan bara apinya berada di dalam.

Kemudian kesulitan yang kedua yaitu medan terlalu berat. Sehingga petugas pemadam kebakaran mengalami kesulitan untuk menjangkau lahan yang terbakar lantaran berada di jurang-jurang. Dari petugas pemadam kebakaran hanya bisa mendekat dijarak 100 meter dari titik kebakaran.

“Tidak bisa mendekat karena memang lokasinya berisiko. Bisa jadi saat mendekat lahannya ambles ke dalam. Sehingga untuk memadamkan api juga ada kesulitan,” imbuh Gatot.

Lalu selama ini matinya api masih kurang sempurna. Karena ketika sudah disemprot mati, namun ketika ditinggal api nyala kembali. Sehingga untuk sistem pemadaman yang telah dilakukan dilakukan evaluasi.

“Awalnya kita pakai sistem ketika api di satu titik sudah padam, kita pindah tempat lain. Ternyata itu tidak efektif. Lalu kita ganti sistem dengan dua shift yaitu meski shift pertama sudah memadamkan api, namun shift kedua tetap nunggu sehingga bisa memastikan api benar-benar padam,” ujar Gatot.

Untuk itu, dengan tenaga dari BPBD, DKP dan Bakorwil, proses pemadaman api masih kurang efektif. Untuk itu pihaknya menggandeng dari Koramil, Kodim, Polsek Jebres dan Polresta Surakarta.

“Saat ini kita minta bantuan kepada TNI dan Polri karena mereka sudah memiliki keahlian terjun di lahan yang memiliki risiko tinggi seperti di Putri Cempo ini. Sehingga kami sengaja tidak merekrut relawan karena lokasi beresiko,” ujar Gatot.

Dwi Hastuti