Kejaksaan Sragen Siap Tangani Kasus Kadus Gemolong yang Ngemplang Pajak

Kejaksaan Sragen Siap Tangani Kasus Kadus Gemolong yang Ngemplang Pajak

352
ilustrasi
ilustrasi

SRAGEN- Mencuatnya kasus dua kepala dusun (Kadus) di Desa Jenalas, Kecamatan Gemolong masing-masing JAM dan NGAT yang ngemplang setoran pajak bumi bangunan (PBB) hingga Rp 50 juta lebih, langsung memantik respon dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Sragen.

Kepala Kejari Sragen, Victor Saut Tampubolon mengatakan Kejari siap untuk menindaklanjuti penanganan kasus keduanya jika memang sudah tidak ada itikad baik untuk menyelesaikan kewajibannya.

“Segera kita akan berkoordinasi dengan DPPKAD yang menangani persoalan PBB. Kalau memang ada laporan, tetap akan kita tindaklanjuti,” paparnya kepada Joglosemar, Selasa (29/9/2015).

Victor mengungkapkan untuk kasus tunggakan PBB, memang bisa ditindaklanjuti dan masuk ke ranah tindak pidana korupsi (Tipikor). Pihaknya juga sudah memproses satu Kadus asal Desa Patihan, Sidoharjo, Jumeri yang nunggak hingga Rp 100 juta dan sudah menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Semarang.

Baca Juga :  Satu Ponpes di Karanganyar Urungkan Niat Tolak Imunisasi Rubella

Perihal informasi dari warga Jenalas bahwa kasus tunggakan PBB JAM dan NGAT yang sudah pernah dilaporkan ke kejaksaan, Victor mengatakan selama kepemimpinannya, belum pernah menerima laporan atau menanganinya. Karenanya, pihaknya akan segera mencari data perihal kasus keduanya dan jika memang dirasa memenuhi syarat akan ditindaklanjuti.

Terpisah, Kades Jenalas Bambang Gunawan membenarkan jika kedua kadusnya itu ngemplang setoran PBB hingga nominal Rp 50 juta lebih. Namun khusus untuk Kadus JAM kemarin sudah mulai menunjukkan itikadnya ingin menjual tanahnya untuk melunasi tunggakan.

Sedang untuk Kadus NGAT, pihaknya tak bisa berbuat banyak lantaran sudah sekitar sebulan kabur dan tidak ngantor sejak menjadi buronan kepolisian karena menjadi penadah kendaraan hasil curanmor.

Baca Juga :  Bawa Lari Enam Sapi dan Tipu Belasan Peternak di Tanon, Polres Sragen Kejar Sindikat Ini

“Kadus JAM kemarin sudah rasan-rasan mau jual tanahnya untuk nutupi. Ya kita tunggu dulu mudah-mudahan benar ingin melunasi. Kalau yang NGAT, kami nggak tahu orangnya dimana sudah sebulan lebih kabur,” jelasnya.

Kasus kedua kadus bandel itu mencuat setelah sejumlah warga Jenalas mengadu ke  Joglosemar, Minggu (27/9). Warga jengkel karena masih dianggap nunggak PBB padahal hampir setiap tahun sudah melunasi lewat keduanya. Usut punya usut ternyata uang setoran PBB itu dibawa oleh kedua Kadus itu dan berdasarkan catatan di kecamatan serta DPPKAD, tunggakan mereka sudah lima tahun lebih dengan nominal masing-masing mencapai lebih dari Rp 50 juta.

Tidak hanya itu, warga juga resah dengan perilaku mereka yang seringkali menantang warga dan berkoar apabila diingatkan soal setoran PBB.

Wardoyo

BAGIKAN