JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Kekeringan, PDAM Sragen Kerahkan 375 Tangki Air

Kekeringan, PDAM Sragen Kerahkan 375 Tangki Air

129
BAGIKAN
Beberapa truk tangki air sedang mengambil air di sumber mata air Kadilajo, kecamatan Karanmgnongko yang kemudian untuk dijual lagi kepada warga yang kekurangan air di daerah lereng gunung merapi, Klaten. Foto: Dani Prima
Ilustrasi. Foto: Dani Prima

SRAGEN– Memasuki bulan September, kekeringan dan krisis air bersih masih melanda 86 dukuh di 7 kecamatan di wilayah Sragen. PDAM pun terus menggencarkan pengiriman air bersih ke wilayah krisis air yang saat ini sudah mencapai 375 tangki.

Hal itu disampaikan Direktur Utama PDAM Sragen, Djoko Suprapto, Selasa (8/9/2015). Ia menyampaikan hingga kini jumlah droping air bersih ke wilayah krisis dari PDAM sudah mencapai 375 tangki. Rinciannya 268 tangki permintaan dari Dinas Sosial (Dinsos), 77 tangki dari bantuan sosial dan pihak ketiga serta 30 tangki bantuan dari PDAM ke masyarakat secara insidentil.

Pengiriman air bersih itu sudah berlangsung sejak bulan Juli dan masih akan terus dilakukan sampai tidak ada permintaan lagi dari bawah. Ia juga menyampaikan PDAM tetap memprioritaskan pelayanan untuk droping karena itu merupakan bagian dari fungsi pelayanan sosial kepada warga yang sangat membutuhkan air bersih.

Harga jual air per tangki volume 4000 liter, tahun ini juga dipatok masih sama Rp 250.000 meski ada kenaikan harga solar demi membantu warga yang kesulitan.

“Sampai sekarang droping masih terus berjalan. Sepanjang ada permintaan, langsung kami kirim. Bahkan armada kita semua kita kerahkan untuk memenuhi droping ke wilayah yang membutuhkan. Sehari bisa sampai 6 rit,” ujarnya Selasa (8/9/2015).

Tidak hanya droping, Djoko juga mewacanakan akan memperbanyak bantuan perlengkapan tandon air di wilayah-wilayah kekeringan tersebut.

Pasalnya saat ini baru ada sekitar 35 tandon bantuan dari pihak ketiga yang baru bisa mencakup beberapa desa saja. Adanya tandon air ini dinilai penting untuk mempersingkat waktu dan memudahkan warga untuk tidak antri terlalu lama.

“Kami wacanakan akan mencarikan bantuan sekitar 100 tandon lagi. Harapannya dengan tandon itu warga tidak perlu antri menunggu dari armada, tapi nanti cukup mengambil dari tandon yang sudah ada di wilayahnya. Kami juga bisa lebih cepat menuangkan sehingga jangkauan droping bisa lebih banyak,” tandasnya.

Wardoyo

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here