JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Kemarau Panjang, Layanan Air Bersih di Boyolali Terganggu

Kemarau Panjang, Layanan Air Bersih di Boyolali Terganggu

90
Ilustrasi: igd.com
Ilustrasi: igd.com

BOYOLALI– Kemarau panjang kali ini membuat pelayanan PUDAM (Perusahaan Umum Daerah Air Minum) Boyolali mengalami gangguan cukup signifikan, terutama di dua kecamatan yakni Kecamatan Ampel dan Andong. Selain itu, sebagian pelanggan di Boyolali Kota dan Juwangi juga merasakan gangguan pelayanan.

Demikian diakui Pj. Direktur PUDAM Boyolali, Cahyo Sumarso, Senin (21/9). Menurut Cahyo, gangguan terutama terjadi di wilayah layanan PUDAM yang menggunakan sumber air baku dari sungai maupun mata air. Pasalnya, kemarau panjang saat ini sudah membuat sungai dan mata air mengering.
“Penurunan pelayanan yang cukup signifikan ada di dua kecamatan, Ampel dan Andong. Untuk sebagian Boyolali Kota dan Juwangi juga terdampak tetapi tidak terlalu signifikan, lainnya masih normal,” papar Cahyo.
Gangguan pelayanan ke pelanggan tersebut tak terhindarkan, mengingat tiadanya sumber air baku akibat kekeringan saat ini. Selain mengandalkan air baku dari mata air maupun sungai, PUDAM juga memanfaatkan air embung. Namun saat ini kapasitas embung juga berkurang drastis.
Embung Musuk misalnya, menurut Cahyo, saat ini kapasitas air tinggal kurang dari 20 persen saja. Menurut dia, jika sebulan ini tidak ada hujan turun, dipastikan pelanggan PUDAM di wilayah Musuk dan sekitarnya akan mengalami gangguan yang sama. Saat ini, mengantisipasi minimnya air baku tersebut,
PUDAM sudah berusaha mengoptimalkan sumur-sumur dalam. Hanya saja, pasokan air baku tetap kurang dibandingkan dengan kebutuhan pelanggan.
Terkait ini, PUDAM lanjut Cahyo, juga mengerahkan enam mobil tangki untuk droping air ke pelanggan yang mengalami gangguan pelayanan. Hanya saja, dalam sehari pihaknya hanya bisa mengirim hingga delapan tangki, selebihnya mobil tangki PUDAM ikut dalam program Bagian Kesra Setda Boyolali untuk penanganan kekeringan di wilayah Boyolali.
Terpisah, menurut Slamet Setyo Wardoyo (55), warga Kebonso RT 1 RW 3, Pulisen, Boyolali Kota mengatakan aliran PUDAM Boyolali saat ini cuma mengalir antara pukul 06.00-23.00 WIB.
Meski tetap mengalir, namun alirannya sangat kecil sehingga tetap saja kurang untuk memenuhi kebutuhan air bersihnya. Apalagi Slamet mengaku juga punya puluhan ekor sapi yang butuh dikombor.
“Terpaksa beli air dari mobil tangki,”imbuh dia.
Ario Bhawono
BAGIKAN