Kemarau Panjang, Warga Klaten Diminta Waspadai Kebakaran Hutan

Kemarau Panjang, Warga Klaten Diminta Waspadai Kebakaran Hutan

90
Hutan di Merbabu terbakar. Foto: Joglosemar/Ario Bhawono
Hutan di Merbabu terbakar. Foto: Joglosemar/Ario Bhawono

KLATEN – Memasuki musim kemarau di September ini, masyarakat Klaten diminta untuk mewaspadai kasus-kasus kebakaran lahan terbuka atau hutan. Terutama warga yang bermukim di lereng perbukitan wilayah sisi selatan, mulai siaga ancaman kebakaran hutan.

Ancaman semakin serius sebab ketebalan sampah daun hutan semakin tinggi dan kering.

Kepala Seksi (Kasi) Kedaruratan BPBD Kabupaten Klaten Eko Pambudi mengatakan, mulai sepekan lalu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten mulai mengimbau masyarakat agar waspada kebakaran lahan terbuka atau hutan.

“Kami sudah meminta kepada kepala desa terutama desa-desa yang berada di lereng perbukitan bagian selatan Klaten untuk waspada bahaya kebakaran lahan terbuka atau hutan,”tuturnya, Sabtu (19/9/2015).

Menurut Eko, pihaknya sudah menyiagakan para relawan untuk memantau lereng perbukitan di selatan Klaten. Karena di wilayah itu paling rawan terjadi kebakaran hutan.

Baca Juga :  Tingkat Konsumsi Ikan Masih Rendah, Warga Trangsan Sukoharjo Galakkan Gemarikan dan Berdayakan Kolam

“Kami imbau kepada warga untuk tidak membakar semak-semak untuk membuka lahanpertanian. Karena pada bulan-bulan ini kondisi cuasa sangat panas dan kering sehingga api nanti cepat membesar dan merambat,”jelasnya

Disisi lain, Kepala Desa Wiro, Kecamatan Bayat, Agus Riyadi mengatakan, di desanya lahan hutan rakyat luasnya mencapai 10 hektare. Lahan hutan itu berdekatan dengan permukiman penduduk satu dusun. Tanaman hutan antara lain pohon jati, akasia dan sengon. Jenis pohon itu menghasilkan sampah daun cukup banyak dan rawan terbakar.

“Sampah daun kering saja ada yang tebalnya setengah meter. Dengan ketebalan dan kondisi daun kering, sangat rentan tersulut api,” tuturnya.

Baca Juga :  Pulang Dari Masjid, Pensiunan PNS Syok Lihat Tas dan Dompet Isi Jutaan Rupiah Digasak Maling..

Di desanya, lanjut Agus, ada empat dusun yang permukimannya dekat dengan hutan. Bahkan permukiman berada di kawasan hutan. Melalui rapat RT/ RW, maupun karang taruna, pemerintah desa sepekan ini sudah meminta warga tidak beraktivitas yang memicu kebakaran. Sebab jika sudah terjadi, kebakaran hutan akan sangat sulit diatasi sebab bisa mengancam ke desa lain.

Jika terjadi satu titik kebakaran, risikonya bisa merembet ke wilayah Desa Tawangrejo, Wiro, Bogem, Krakitan, Gunung Gajah dan lainnya. Sukamto, warga Desa Krakitan, Kecamatan Bayat mengatakan titik yang diwaspadai di sekitar desanya ada di Bukit Toris.

Dani Prima

BAGIKAN