JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Kemarau, Peternak Lele di Klaten Merugi

Kemarau, Peternak Lele di Klaten Merugi

566
BAGIKAN
Ilustrasi: antarafoto
Ilustrasi: antarafoto

KLATEN – Para petani di sentral peternakan ikan lele yang terletak di Desa Gedongjetis,Kecamatan Tulung mulai mengkhawatirkan kondisi musim kemarau yang panjang. Pasalnya, akibat musim kemarau panjang ini banyak bibit ikan miliki para petani yang hendak ditebar di kolam-kolam pembudidayaan mati.

Salah satu petani ikan lele Gatot Sasongko (40) warga Dukuh Gedongjetis, Desa Gedongjetis, Kecamatan Tulung mengatakan, terik matahari dan hawa dingin dimalam hari saat musim kemarau membuat 30 persen bibit ikan lele yang ia siapkan untuk dibudidayakan di kolam-kolam waring atau kolam yang terbuat dari terpal tidak permanen mati.

“Rata-rata bibit lele yang mati umurnya kurang dari sebulan, hari ini saja ada sekitar 300 bibit ikan lele saya yang mati, dari yang saya persiapkan untuk dibudidayakan sebanyak seribu bibit, ”ungkapnya, Minggu (13/9/2015).

Menurut Gatot, dalam sepekan terakhir terik matahari di musim kemarau membuat suhu air kolam mendadak panas, namun kemudian malam harinya hawa menjadi dingin sehingga suhu air kolam mendadak dingin dan benih ikan mati.

“Saat ini, kami kesulitan mengembangbiakkan benih ikan lele karena resiko kematian selalu menghantui para peternak ikan seiring keadaan cuaca,”tuturnya.

Hendra (44) petani budidaya ikan lele lainnya, mengatakan, selain cuaca petani juga terkendala mendapatkan benih lele yang berkualitas.

“Saya sudah berkeliling mencari benih lele di sejumlah pedagang dan tempat pembenihan namun benih lele banyak yang kosong karena banyak yang mati, meskipun ada benih lele masih berukuran dua hingga tiga centi meter yang tingkat kematiannya cukup tinggi,”tururnya.

Menurut dia, ukuran benih lele siap tebar dan dibesarkan berukuran lima hingga tujuh centi meter karena tingkat kematian rendah seiring daya tahan tubuh terhadap penyakit tinggi sehingga tidak mengalami kerugian dalam pembesaran lele.

“Kami tidak ingin membeli benih lele yang masih kecil-kecil yang belum bisa makan pelet karena pemeliharaan dan perawatan cukup sulit dan tingkat kematian cukup tinggi sehingga petani rugi seiring tingginya harga benih lele di pasar yang mencapai Rp 350 per ekor dibandingkan harga sebelumnya Rp 150 per ekor,”jelasnya.

Hendra menambahkan biasanya produksi benih lele mencapai 40 ribu ekor benih namun dalam dua bulan terakhir hanya mampu memproduksi sekitar 15 hingga 20 ribu ekor benih dan benih yang berhasil hanya cukup untuk dibesarkan sendiri.

Dani Prima

  • Tride Darsono

    Wah musim kemarau buat panas udara di dalam air, sehingga bisa ikan di air kepanasan dan kekurangan oksigen? Mati ? petani ikan merugi?..
    Ada saran yang bagus?
    atau usaha aja minuman ringan disaat kemarau dengan menggunakan alat murah dan higienis di http://www.sealercup.com