Kementerian Agraria Evaluasi 17 Lahan Hak Guna Usaha

Kementerian Agraria Evaluasi 17 Lahan Hak Guna Usaha

60
Hutan di kawasan Sukoharjo terbakar | Foto: Joglosemar/Sofarudin
Ilustrasi kebakaran hutan | Foto: Joglosemar/Sofarudin

JAKARTA – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) akan mengevaluasi 17 lahan hak guna usaha (HGU) perusahaan yang disinyalir masuk dalam area kebakaran hutan di Indonesia.

“Kami sedang identifikasi 17 lahan HGU itu. Kami akan review area mana saja yang terbakar, nanti akan kami keluarkan aturan atas lahan HGU tersebut,” kata Menteri ATR/BPN, Ferry Mursyidan Baldan, di sela-sela memperingati Hari Agraria Nasional ke-55 dan Hari Tata Ruang Sedunia ke-66, di Kantor Kementerian ATR, Jalan Sisingamangaraja, Jakarta Selatan, Minggu (27/9/2015).

Baca Juga :  Proyek Sekolah Satu Atap Ditarget Desember, Tapi Sekarang Baru 22%

Menurutnya, jika benar terbukti perusahaan itu melakukan pembakaran secara sengaja, Ferry mengatakan akan mencabut lahan HGU itu.

“Misalkan, perusahaan punya 10 lahan HGU, terbakar satu. Maka yang terbakar itu harus dikembalikan ke negara,” katanya.

Baca Juga :  Kepedulian Sido Muncul untuk Pariwisata, Jadikan Rawa Pening Destinasi Wisata Dunia

Lebih lanjut dikatakan Ferry, dalam klausul peminjaman lahan HGU tertera kewajiban perusahaan menjaga lingkungan. Kebijakan ini, sebagai upaya agar perusahaan yang beri wewenang mengelola lahan bertanggung jawab menjaga dan memelihara lingkungan.

Kementerian ATR juga meminta perusahaan proaktif untuk menjaga lahan HGU agar tidak terbakar.

Tribunnews

BAGIKAN