JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Kenaikan Cukai Rokok Sebesar 23 Persen Dinilai Berlebihan

Kenaikan Cukai Rokok Sebesar 23 Persen Dinilai Berlebihan

55
BAGIKAN
DIPERIKSA-Personil Satpol PP Kota Solo melakukan pemeriksaan terhadap pita cukai rokok di sejumlah toko kawasan Pasar Harjodaksino, Selasa (19/11). Pemeriksaan tersebut ditujukan untuk meminimalisasi peredaran produk rokok bodong di pasaran. Joglosemar/Yuhan Perdana
DIPERIKSA-Personil Satpol PP Kota Solo melakukan pemeriksaan terhadap pita cukai rokok di sejumlah toko kawasan Pasar Harjodaksino, Selasa (19/11). Pemeriksaan tersebut ditujukan untuk meminimalisasi peredaran produk rokok bodong di pasaran. Joglosemar/Yuhan Perdana

JAKARTA – Kementerian Perindustrian dipastikan menolak kenaikan cukai rokok sebesar 23 persen pada 2016.

Pasalnya, kenaikan target cukai yang begitu drastis akan memberatkan sektor industri dan bisa menimbulkan gejolak hingga pemutusan hubungan kerja (PHK).

Bahkan, untuk menjaga keberlangsungan industri Tanah Air, Kementerian Perindustrian sudah menyiapkan surat resmi yang akan ditujukan ke Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro.

Surat resmi tersebut berisi tentang permintaan Kementerian Perindustrian kepada Kementerian Keuangan untuk mengevaluasi kembali besaran kenaikan harga cukai tersebut.

“Suratnya sudah di meja Pak Saleh Husin (Menteri Perindustrian, red), tinggal menunggu disetujui oleh beliau,” kata Panggah Susanto, Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian, dalam diskusi yang digelar Forum Wartawan Industri (FORWIN), Selasa (22/9/2015).

Menurut Panggah, kenaikan target cukai memang tidak bisa dihindari, tapi jika kenaikan harga terlalu tinggi bisa menimbulkan kontraproduktif terhadap industri. Paling tidak kenaikan cukai rokok tersebut bisa terlebih dahulu dengan industri terkait untuk mencari jalan tengah.

“Selama ini industri minta kenaikan harga cukai sebesar 6 persen, sedangkan pemerintah sendiri minta naik 23 persen. Ini kan gak ketemu. Hal ini yang harus dibicarakan lebih intens,” kata Panggah.

Kendati demikian, Panggah juga menuturkan, hal yang harus dicermati yaitu, kenaikan target cukai rokok bisa tidak terealisasi pada 2016, dengan berkaca pada pencapaian tahun lalu.

Antara