Ketua PPP Sragen Buka Mulut Soal Skenario Penjegalan Paripurna dan APBD Perubahan

Ketua PPP Sragen Buka Mulut Soal Skenario Penjegalan Paripurna dan APBD Perubahan

153

pppSRAGEN- Teka-teki dibalik dua kali gagalnya paripurna pembahasan evaluasi LKPD Bupati 2014 di tingkat Badan Anggaran (Banggar) DPRD, akhirnya diungkap oleh PPP.

Ketua DPC PPP, Rus Utaryono mengakui memang ada skenario penjegalan paripurna dan arahnya ke penjegalan APBD-P yang digulirkan oleh salah satu parpol besar yang berdiri sebagai oposisi.

Hal itu terpaksa ia lontarkan karena pihaknya kecewa setelah mengetahui ajakan boikot itu ternyata justru digunakan oleh parpol inisiator tersebut untuk alat melakukan manuver. Menurutnya, parpol insiator itu diketahui diam-diam telah bermanuver dengan melakukan bargaining agar sejumlah anggaran yang menguntungkan parpol tersebut bisa diloloskan.

“Kami akui memang ada ajakan dari salah satu parpol besar untuk memboikot paripurna agar gagal dan bahkan arahnya memang mengganjal APBD Perubahan. Karena disitu ada anggaran untuk proyek yang diyakini hanya menguntungkan petahana. Tapi akhirnya kami tahu bahwa itu hanya manuver saja. Di depan mengajak boikot, di belakang malah bargaining untuk kepentingan sendiri,” paparnya Rabu (2/9/2015).

Ia menyebut beberapa fraksi yang ikut memboikot pada Senin lalu, juga kecewa karena seolah hanya dijadikan korban dari kepentingan parpol besar itu. Menurutnya skenario menunda-nunda paripurna itu, juga hanya trik untuk memuluskan tarik ulur dari parpol besar itu dengan parpol pengusung pemerintahan.

Ketua Fraksi Golkar, Bambang Widjo Purwanto membantah tudingan bahwa APBD-P hanya menguntungkan pemerintahan apalagi sampai dikaitkan dengan kepentingan petahana di Pilkada.

Meski di dalam APBD-P banyak porsi anggaran untuk desa dan pembangunan infrastruktur, menurutnya hal itu tak bisa serta merta ditudingkan untuk kepentingan petahana karena pada hakekatnya APBD itu untuk masyarakat dan anggaran pembangunan juga sudah rutin dialokasikan di APBD.

Ia memastikan setelah diganjal dua kali, paripurna akan dilanjutkan pada Kamis (3/9) hari ini. Ketua DPRD sekaligus Ketua DPC PDIP, Bambang Samekto mengatakan dirinya tak pernah menginstruksikan atau mengajak memboikot.

Sebaliknya ia justru sudah memerintahkan anggota fraksinya di Banggar untuk hadir paripurna, karena dirinya sedang acara partai di DPD.

Di sisi lain, Ketua Forum Komunikasi Kepala Desa (FKKD) Sragen, Siswanto menyampaikan FKKD tetap pada pendirian untuk melakukan aksi mendatangi DPRD dan mengawal pembahasan itu.

Hal itu semata-mata untuk kepentingan rakyat lantaran banyak anggaran untuk desa seperti ADD dan PPID untuk proyek pembangunan infrastruktur  di desa yang sudah diplotkan di APBD-P dan ditunggu oleh masyarakat.

Wardoyo

BAGIKAN