JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Ketua Serikat Buruh Sragen: Situasi Sudah Siaga Satu untuk Lakukan PHK

Ketua Serikat Buruh Sragen: Situasi Sudah Siaga Satu untuk Lakukan PHK

178
BAGIKAN
MENJELANG HARI BURUH-- Sejumlah buruh PT Sari Warna Asli keluar dari pabrik di Pucangsawit, Solo, Selasa (29/4). Untuk memastikan tidak ada buruh yang dipekerjakan perusahaan di hari peringatan buruh internasional (May Day) pada Kamis (1/5) besok, Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Surakarta mengancam akan melakukan aksi sweeping ke perusahaan.  Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo
Ilustrasi. Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo

SRAGEN– Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kabupaten Sragen Rawuh Suprijanto mengungkapkan memburuknya situasi ekonomi dan rupiah belakangan ini, memang memberi lampu kuning bagi sektor buruh.

Ia bahkan menyebut situasi saat ini termasuk SPSI Sragen sudah siaga satu terhadap kemungkinan ancaman PHK.

Terlebih sudah ada 1.500 buruh di PT BATI yang dirumahkan sejak sebulan lalu. Ancaman itu muncul karena menurutnya dampak pelemahan rupiah diyakini baru akan dirasakan oleh perusahaan tekstil di Sragen pada pekan-pekan ini.

“Mudah-mudahan tidak terjadi itu (PHK). Tapi saat ini kami (SPSI) memang benar-benar waspada,” paparnya.

Ketua Apindo Sragen, Aris Wiyadi menyampaikan sejauh ini pihaknya belum menerima laporan terkait perusahaan yang berencana melakukan PHK. Namun ia mengakui jika memburuknya rupiah memang memberi pengaruh besar terhadap operasional perusahaan yang berbahan baku impor seperti pabrik tekstil.

Ia juga menyebut beberapa perusahaan tekstil di Sragen memang ada yang sudah merasakan dampak itu meski belum begitu signifikan. Menurut catatannya, jumlah perusahaan di Sragen yang tergabung dalam Apindo mencapai 13 perusahaan dengan total buruh mencapai sekitar 10.000 orang.

Wardoyo