JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Kirab 1 Suro Tetap Akan Lewati Alun-Alun Utara

Kirab 1 Suro Tetap Akan Lewati Alun-Alun Utara

221
BAGIKAN
Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo KIRAB MALAM SATU SURO--Sejumlah kerbau keturunan Kiai Slamet mengikuti jalannya Kirab Pusaka Malam Satu Suro di Jalan Mayor Kusmanto, Solo, Kamis (15/12) dinihari. Kirab tersebut diikuti oleh ribuan abdi dalem Keraton Kasunanan Surakarta.
Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo
KIRAB MALAM SATU SURO–Sejumlah kerbau keturunan Kiai Slamet mengikuti jalannya Kirab Pusaka Malam Satu Suro di Jalan Mayor Kusmanto, Solo, Kamis (15/12) dinihari. Kirab tersebut diikuti oleh ribuan abdi dalem Keraton Kasunanan Surakarta.

SOLO– Pelaksanaan kirab pusaka satu sura Keraton Kasunanan Surakarta akan tetap melewati Alun-Alun Utara (Alut) kendati sekarang dipakai untuk pasar sementara Pasar Klewer. Pasalnya dalam paugran yang ada ini untuk rute harus masuk Alut dengan melewati dua ringin kurung dan Gapuro Gladak, kirab sendiri akan berlangsung Rabu (14/9) mendatang.

“Untuk rute kirab pusaka satu sura tetap tak ada berubah melintasi dua ringin kurung di Alut dan Gapuro Gladak kendati di Alut dipakai untuk pasar sementara. Itu sudah ada dalam tradisi dan Paugeran keraton dari leluhur secara turun temurun sampai sekarang ini tetap dipertahankan,” ujar Kerabat Keraton Kasunanan Surakarta, KRMH Satriyo Hadinagoro saat jumpa pers, Rabu (30/9/2015).

Keraton tetap mengantisipasi biar tidak terjadi gangguan, saat kirab berada di dalam Alut baik itu saat berangkat maupun pulangnya. Yang mana akan mengandeng pihak keamanan untuk berjaga dan mengamankan selama melewati pasar sementara tersebut mengingat yang ikut kirab itu ratusan abdi dalem. Bahkan nanti pengunjung tidak boleh masuk ke dalam area Alut tapi diluar, yang boleh masuk peserta kirab maupun keamanan.

“Pengamanan tetap kami persiapan dan nantinya kawasan pasar sementara harus steril dari pengunjung hanya peserta kirab saja. Ini untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan, yang jelas kami tetap memperhatikan pasar sementara,” katanya.

Menurutnya, memang untuk kirab pusaka satu suro itu harus melewati Ringin kurung, kalau yang lain seperti gunungan tidak lewat situ tidak apa-apa. Jadi nantinya itu dari Keraton lewat jalan supit urang dan sampai di Pasar Klewer Timur langsung belok kanan menuju Alut.

“Dari Pemkot pun tidak mempermasalahkan saat pertemuan tadi pagi. Bahkan pemkot berharap pukul 24.00 WIB kirab sudah bisa berangkat,” sambungnya.

Dalam kirab satu sura ini, ada sembilan pusaka dan sembilan kerbau keturunan Kyai Slamet yang dikelurkan. Ini merupakan upacara adat keraton yang menjadi andalan Kota Solo dan berharap dukungan dari pemerintah. Jika di Bali punya upacara adat Nyepi sedangkan di Solo ada kirab satu Suro.

“Kalau masyarakat sangat menanti tapi Pemkot belum begitu mendukung, ini terlihat tidak ada spanduk ucapan sedangkan Imlek malah ada,” imbuhnya.

Sementara itu Pejabat Humas Himpunanan Pedagang Pasar Klewer (HPPK), Kusbani menyatakan jika pedagang belum tahu jika di dalam pasar akan dipakai untuk rute kirab satu suro. Harusnya bisa komunikasikan dulu untuk kepentingan bersama biar nantinya tidak saling menyalahkan, karena kan cukup rawan juga keamanan.

“Kami belum tahu malah, harus ada koordinasi. Itu kan berlangsung malam hari dan pastinya rawan, jadi perlu ada antisipasi awal,”pungkas dia.

Ari Welianto