JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Konglomerat Mesir Berniat Beli Dua Pulau untuk Pengungsi Suriah

Konglomerat Mesir Berniat Beli Dua Pulau untuk Pengungsi Suriah

58
BAGIKAN
SERANGAN ROKET. Warga mencari korban selamat di antara reruntuhan setelah serangan roket tentara Suriah di distrik Jabal Badro yang diduduki oleh para pemberontak di Aleppo, Suriah, Selasa (19/2). Serangan tersebut menewaskan setidaknya 20 orang sementara 25 lainnya masih hilang, kata aktivis oposisi. Rudal tersebut diidentifikasi sebagai tipe-Scud yang oleh pasukan pemerintah pemakaiannya makin ditingkatkan di daerah-daerah yang berada di bawah kendali oposisi di provinsi Aleppo dan Deir al-Zor. FOTO ANTARA/REUTERS/Hamid Khatib
 Warga mencari korban selamat di antara reruntuhan setelah serangan roket tentara Suriah di distrik Jabal Badro yang diduduki oleh para pemberontak di Aleppo, Suriah, Selasa (19/2/2013).  FOTO ANTARA/REUTERS/Hamid Khatib

KAIRO – Konglomerat Mesir Naguib Sawiris, yang menawarkan pembelian satu pulau di Laut Tengah untuk menolong ribuan orang pengungsi Suriah, Senin (14/9/2015), mengatakan tengah berunding untuk membeli dua pulau swasta di Yunani.

Pengusaha itu awal bulan ini mengumumkan sedang mencari pulau untuk dibeli  untuk menampung para pengungsi, memberi mereka pekerjaan dan membangun negeri baru.

Lebih dari 2.300 orang meninggal di laut ketika berusaha mencapai daratan Eropa sejak Januari lalu. Mereka kebanyakan adalah warga Suriah yang melarikan diri dari negerinya, yang sudah 4,5 tahun dicabik perang.

Pernyataan dari kantor Sawiris mengatakan pengusaha itu sudah menunjuk dua pulau milik swasta di Yunani yang terlihat cocok bagi proyek tersebut.

“Kami sudah melakukan korespondensi dengan para pemilik dan menyampaikan minat untuk melakukan perundingan dengan mereka,” katanya.

Orang kaya itu mengatakan ia sudah dihubungi badan pengungsi PBB, UNHCR untuk bekerja sama menggarap proyek yang diperkirakan memerlukan dana sekitar 100 juta dolar AS.

Sawiris adalah pimpinan Orascom TMT yang mengoperasikan jaringan telekomunikasi di sejumlah negara Timur Tengah dan Afrika, juga di Korea dan juga jaringan komunikasi bawah laut. Ia juga memiliki saluran televisi di Mesir.

Antara