JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Korban Kebakaran Hutan Mulai Kekurangan Pangan

Korban Kebakaran Hutan Mulai Kekurangan Pangan

79
BAGIKAN
Hutan di Merbabu terbakar. Foto: Joglosemar/Ario Bhawono
Ilustrasi: Joglosemar/Ario Bhawono

PONTIANAK – Masyarakat transmigran di UPT Rantau Panjang, Kabupaten Kayong Utara, korban kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mulai kekurangan pangan dan membutuhkan bantuan obat-obatan setelah satu bulan berjuang memadamkan api di desanya.

Kepala Desa Rantau Panjang, Sarkandi saat dihubungi di Sukadana, Rabu (16/9/2015), menyatakan, bantuan pangan tersebut dibutuhkan lantaran dalam satu bulan terakhir masyarakat sudah tidak lagi bekerja karena sibuk baik siang maupun malam untuk memadamkan api.

“Masyarakat saat ini mengharapkan bantuan pangan, karena tidak ada pemasukan selama memadamkan api, stok pangan yang ada sudah habis,” ungkapnya.

Menurut dia, kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di UPT transmigrasi sudah membakar lahan perkebunan yang selama ini menjadi sumber pencaharian mereka (warga transmigrasi).

Akibatnya, warga transmigrasi, kehabisan stok pangan, selain karena kebun mereka terbakar, juga disebabkan tidak bisa bekerja, karena disibukkan dengan upaya memadamkan api.

Pemkab Kayong Utara menyatakan akan memberikan bantuan berupa beras dalam waktu secepatnya.

Andilala | Antara