JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Korban KHO Pelaku Kekerasan Seksual dari Sambungmacan Bertambah

Korban KHO Pelaku Kekerasan Seksual dari Sambungmacan Bertambah

236
BAGIKAN
Ilustrasi
Ilustrasi

SRAGEN– Aksi kejahatan seksual yang dilakukan KHO (20), warga Dukuh Munggur RT 1, Karanganyar, Sambungmacan ternyata tidak hanya IS (17), siswi SMA tetangga dukuh yang melapor ke Polres, Senin (28/9/2015). Satu korban yang masih dibawah umur kembali melapor ke Polres karena telah dicabuli olah pelaku.

Korban kedua itu diketahui berinisial WY (15) warga tetangga yang masih satu RT dengan pelaku. Gadis yang sudah tidak bersekolah itu mengaku juga menjadi korban kekerasan seksual pelaku bahkan dengan disertai ancaman.

Hal itu terungkap dari hasil pengembangan penyidik setelah menangkap dan memeriksa pelaku. Dari keterangan pelaku, aksi kejahatannya tidak hanya terhadap IS namun juga kepada WY yang notabene masih tetangganya.

Bersamaan dengan itu, ibu WY melapor ke Polres Sragen, Selasa (29/9/2015) dengan didampingi putrinya. DI hadapan petugas, WY menuturkan perbuatan bejat pelaku terjadi pada bulan Mei 2015 sekira pukul 20.00 WIB. Saat itu, WY kebetulan tengah menonton televisi di rumah KHO yang malam itu dalam kondisi kosong.

Melihat WY sendirian, pelaku kemudian menyiapkan akal bejatnya. Ia kemudian berbegas menuju ke dapur. Setelah itu kemudian berpura-pura memanggil WY untuk ikut ke dapur. Korban yang tak curiga langsung mendekat. Sesampai di dapur WY diminta duduk di kursi.

KHO kemudian mulai melakukan aksi bejatnya sembari mengancam WY agar tidak mengadu ke siapa-siapa soal apa yang dilakukannya. WY yang merasa ketakutan hanya bisa pasrah dan menangis. Setelah kejadian itu, WY berusaha menutupi peristiwa tragis itu dan tidak menceritakan ke siapa-siapa.

Hingga akhirnya baru terkuak setelah KHO dilaporkan oleh orangtua IS ke Polres dua hari lalu. Kapolres Sragen AKBP Ari Wibowo melalui Kasubag Humas AKP SAptiwi Retnowati menyampaikan korban kedua itu terungkap dari hasil pengembangan penyelidikan yang dilakukan tim Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA).

KHO saat ini masih diamankan di Mapolres untuk kepentingan penyelidikan dan proses lebih lanjut. Pihaknya kini masih mengintensifkan pemeriksaan saksi-saksi dan korban untuk menuntaskan kasus tersebut.

“Saat ini masih dilakukan penggalian keterangan, data dari saksi-saksi dan barang bukti untuk melengkapi berkas perkara,” tandasnya.

Wardoyo