KPU Sragen Coret 10 Ribu Calon Pemilih

KPU Sragen Coret 10 Ribu Calon Pemilih

108
ilustrasi
ilustrasi

SRAGEN- Sedikitnya 10.000 calon pemilih yang terdata di Daftar Pemilih Sementara (DPS) terpaksa dicoret dari daftar pemilih pada Pilkada Sragen 9 Desember mendatang. Pasalnya dari hasil pemutakhiran data pemilih (Mutarlih) yang dilakukan oleh petugas PPS di lapangan, data 10.000 tersebut diketahui bermasalah.

Data itu diungkapkan oleh Komisioner KPU Divisi Pemutakhiran Data Pemilih (Mutarlih), Ibnu Prakosa di sela-sela kegiatan sosialisasi Pilkada melalui jalan sehat di Alun-ALun Pemkab Sragen, Minggu (27/9/2015). Ia mengungkapkan dari proses perbaikan dan pemutakhiran data sejak ditetapkannya DPS tanggal 2 September lalu, hingga kini sudah ada sekitar 10.000 data pemilih yang dibersihkan karena diketahui bermasalah.

Alasan pencoretan karena ditemukan ganda, sudah meninggal dunia, pindah domisili, tidak diketahui alamatnya alias fiktif dan beberapa alasan lainnya. Menurutnya, angka itu masih berpeluang bertambah mengingat proses mutarlih masih terus berlangsung hingga ditetapkannya Daftar Pemilih Tetap (DPT) tanggal 2 Oktober mendatang.

Baca Juga :  Siang Malam Terus Dipoles, Wajah Kampung Pelangi di Sragen Kini Makin Wow

“Sampai hari ini data yang sudah kita bersihkan dari DPT sekitar 10.000. Itu hasil pencermatan teman-teman PPS di lapangan dan atas laporan masyarakat sejak penetapan DPS 2 September lalu. Dan ini berbeda dengan temuan yang diekspose Panwaslu. Kalau temuan Panwas sudah kita akomodasi pada tahapan sebelum DPS,” paparnya kemarin.

Ia mengatakan jumlah DPS untuk Pilkada Sragen berdasarkan penetapan pada 2 September lalu sebanyak 783.330 jiwa. Selain ada pembersihan data bermasalah, juga ada penambahan data calon pemilih yang masih tercecer atau belum terdata di DPS. Kepada masyarakat yang belum terdata, diharapkan segera melapor ke petugas PPS terdekat agar bisa dimasukkan dalam DPT.

Baca Juga :  Operasi Besar-besaran di LP Sragen, Empat Napi Positif Narkoba, Dua Kamar dan WC Ditemukan HP

Ibnu menambahkan proses pencermatan masih akan terus dilakukan. Termasuk pascapenetapan DPT 2 Oktober nanti, jika masih ada pemilih yang tercecer maka akan diakomodasi hingga 7 hari sesudahnya. Masyarakat pemegang smartphone bisa mengecek apakah sudah terdaftar atau belum lewat aplikasi yang linknya tertera di website KPU Sragen.

Sementara dalam kegiatan jalan sehat untuk sosialisasi Pilkada kemarin, dihadiri ribuan warga dari berbagai kalangan. Hadir pula Bupati Sragen, Agus Fatchur Rahman yang sempat memberikan sambutan sekitar 1 menit. Bupati hanya berpesan agar semua warga masyarakat bisa berbondong-bondong ke TPS untuk menyuarakan hak pilihnya pada 9 Desember mendatang.

“Pesan saya pilihlah calon pemimpin yang terbaik. Itu saja,” pungkasnya.

Wardoyo

BAGIKAN