JOGLOSEMAR.CO Berita Utama KPU Sukoharjo Temukan 11.408 Ribu Daftar Pemilih Sementara Tak Miliki Nomor Kartu...

KPU Sukoharjo Temukan 11.408 Ribu Daftar Pemilih Sementara Tak Miliki Nomor Kartu Keluarga

85
Kuswanto Ketua KPUD Sukoharjo
Kuswanto
Ketua KPUD Sukoharjo

SUKOHARJO – KPU Sukoharjo menemukan lebih dari 11.408 ribu orang yang tercatat dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS) tidak memiliki Nomor Kartu Keluarga (NKK) dan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Ketua KPU Sukoharjo, Kuswanto mengungkapkan, dari 670.808 orang yang tercatat di DPS, sekitar 11.000 orang diantaranya tanpa NKK dan 408 orang lainnya tidak memiliki NIK. Karena itu, temuan tersebut akan dicocokkan dengan dengan data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) untuk memperbaiki DPS Perbaikaan.

“Ada sebagian yang masih belum ada NKK dan NIKnya. Data ini kami serahkan kepada Dispendukcapil untuk dikoreksi. Karena yang berwenang memberikan NKK dan NIK itu Dispendukcapil,” kata Kuswanto, Rabu (16/9/2015).

Kuswanto menjelaskan, hasil koreksi NIK dan NKK itu berpotensi menambah maupun mengurangi DPS. Artinya KPU bisa menambah ataupun mencoret data pemilih sesuai dengan hasil pencocokan nanti. Dispendukcapil juga akan memberikan data penduduk baru atau pendatang.

Termasuk warga yang pindah domisili karena menikah dengan warga daerah lain namun masih tercatat dalam DPS. “Banyak sekali yang seperti itu. Mau tidak mau kan mereka harus dicoret dari sini. Jadi potensi bisa bertambah dan bisa berkurang,” imbuhnya.

Dengan demikian, kata Kuswanto, DPS pasti akan mengalami perubahan.Terlebih, selama dalam beberapa bulan sebelum pemungutan suara ini diperkirakan banyak perubahan status warga. Seperti masuk usia 17 tahun, masuk anggota TNI/Polri atau pensiun, meninggal dan lain sebagainya.

“Bagi warga yang tidak tercatat di DPS masih ada tahapan DPT serta DPT tambahan,” imbuhnya.

Sekaligus dispendukcapil juga memberikan data penduduk baru dan pendatang. Potensinya bisa nambah bisa berkurang. Misal ada yang menikah dengan warga kabupaten lain dan domisili pindh disana, ternyata masih tercatat. Mau tidak mau merka harus dicoret dari sini. Banyak sekali yang seperti itu.

Ditempat yang sama, Kepala Dispendukcapil Sukoharjo, Sriwati Anita mengatakan, pihaknya berkoordinasi dengan KPU untuk sinkronisasi data kependudukan dengan daftar pemilih sementara KPU. Mengenai warga yang belum memiliki NIK maupun NKK, Anita menjelaskan, kemungkinan besar karena yang bersangkutan belum melakukan rekam data KTP elektronik.

Sebab ketika sudah rekam data secara otomatis masuk dalam data Sistem Informasi  Administrasi Kependudukan (SIAK).

“Kemungkinan, data mereka tercecer karena peralihan dari data non SIAK ke SIAK. Karena itu data dari KPU akan kami sinkronjan dengan data di Dispendukcapil. Kami akan menelusuri penyebab masih banyak warga yang belum memiliki NIK dan NKK,” jelasnya.

Sofarudin

BAGIKAN