Kru Kapal Pesiar Bisa Atasi Pengangguran

Kru Kapal Pesiar Bisa Atasi Pengangguran

152
Manajemen LPK Sun Marino Yogyakarta saat bersilaturahmi ke Joglosemar
Manajemen LPK Sun Marino Yogyakarta saat bersilaturahmi ke Joglosemar

SOLO -Penyaluran menjadi tenaga kerja kapal pesiar internasional bisa menjadi solusi alternatif mengatasi pengangguran di Indonesia. Permintaan kru kapal pesiar internasional terus bertambah seiring dengan pertumbuhan kapal pesiar yang terus berkembang.
“Harusnya pemerintah itu memberikan perhatian lebih kepada LPK perhotelan dan kapal Pesiar Internasional. Karena 100 persen produk LPK perhotelan dan kapal pesiar tersalurkan menjadi kru kapal pesiar,” ujar Direktur Lembaga Pendidikan Pelatihan dan Keterampilan (LP2KP) Perhotelan dan Kapal Pesiar Sun Marino Indonesia, Aryanto saat berkunjung ke Joglosemar, Kamis (10/9).
Kedatangan Aryanto juga dalam rangka menjalin kerja sama dengan Joglosemar. Ia didampingi Yuliantoro, Recruitmen Staf Sun Marino. Mereka diterima Pemimpin Redaksi Joglosemar, Anas Syahirul.
Aryanto menambahkan, kru kapal pesiar merupakan tenaga kerja terdidik, terampil dan profesional dengan standar gaji internasional. Yang lebih penting juga, kata dia, menjadi kru kapal pesiar itu diikat dengan perjanjian Collective Bargaining Agreement (CBA) atau perjanjian hokum tertulis antara pemilik kapal, crew dan international transportation federal (ITF). Dan sekarang juga dengan BNP2TKI.
“Gaji kru bisa sampai 3.000 US$. Pada awalnya saja minimal 500 US$. Ada tips and service dan bonus lainnya. Jenjang karier jelas hingga manager. Serta mendapat asuransi kesehatan, jaminan keselamatan kerja serta asuransi kematian yang tinggi. Ini sangat berbeda dengan TKI biasa. Karena itu, harusnya pemerintah mendukung sekali,” katanya.
Di Negara Philipina, lanjut dia, pemerintah menaruh perhatian besar warganya untuk bekerja sebagai kru kapal pesiar karena terbukti menyumbang devisa terbesar bagi Negara. “Ini fakta. Kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat Philipina sebagian besar dari pekerjaan kru kapal pesiar. Ini kan baik. Harusnya Pemerintah Indonesia itu mengikuti langkah Pemerintah Philipina dengan support all out warganya menjadi kru kapal pesiar,” ujarnya.Nita Wulandari

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR