JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Kurangi Pencemaran Udara, Badan Lingkungan Hidup Jawa Tengah Gelar Uji Emisi

Kurangi Pencemaran Udara, Badan Lingkungan Hidup Jawa Tengah Gelar Uji Emisi

134
BAGIKAN
Ilustrasi
Ilustrasi

SOLO– Untuk mengurangi tingkat pencemaran udara karena gas yang dikeluarkan oleh kendaraan bermotor, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Jawa Tengah melakukan uji emisi untuk kendaraan roda empat nonkir.

Pengukuran gas buang kendaraan bermotor ini dilakukan di tiga lokasi yaitu di Bundaran Gladak, Jalan Adi Sucipto dan Jalan Bhayangkara.

Koordinator Lapangan (Korlap) Program Evaluasi Kualitas Udara Perkotaan (EKUP) BLH Provinsi Jawa Tengah, Busono Wiwoho mengatakan, pelaksanaan Uji Emisi di Solo ini merupakan bagian dari Program EKUP dari Kementerian Lingkungan Hidup (LH). Program EKUP ini rutin dilakukan per tahun.

“Di Jawa Tengah, dua kota yang direkomentasikan dari pusat untuk pelaksanaan EKUP. Yaitu kota Metro yaitu Semarang dan Kota Besar yaitu Surakarta,” kata Busono di sela-sela melakukan Uji Emisi di Gladak, Selasa (15/9/2015).

Dalam program EKUP ini, BLH Provinsi Jawa Tengah menggandeng dari beberapa elemen. Diantaranya yaitu dari Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Surakarta, kepolisian, BLH Kota dan bengkel. Untuk itu, nanti dari petugas akan mempersilahkan kendaraan roda empat non kir untuk berhenti. Kemudian dari petugas akan meminta ijin untuk melakukan uji emisi.

“Untuk ukuran ambang batas emisi disesuaikan dengan tahun pembuatan mobilnya dan sesuai dengan Kepmen LH No. 05 tahun 2006. Untuk mobil tahun pembuatan kurang dari tahun 2007, untuk ambang batas emisi Hidro Carbon (HC) nya yaitu 1.200 ppm dan Carbon Monoksida (CO) nya 4,5 persen. Sedangkan untuk tahun pembuatan mobil lebih dari atau sama dengan 2007, HC nya 200 ppm dan CO nya 1,5 persen,” terang Busono.

Setelah dilakukan uji emisi, ada kendaraan yang lulus dan ada yang tidak lulus lantaran diatas ambang batas emisi. Hingga saat ini, dari BLH belum memberlakukan sanksi tegas kepada pemilih kendaraan yang tidak lulus uji emisi.

“Hingga saat ini, baru sebatas sosialisasi. Kita berikan reflet terkait bahayanya gas emisi yang berlebih dari kendaraan bermotor untuk mereka yang menghirupnya,” kata Busono.

Dan pihaknya juga memberikan pengarahan kepada pengemudi yang tidak lulus uji emisi untuk melakukan pemeriksaan dan perawatan kendaraan secara rutin, menggunakan bahan bakar yang ramah lingkungan, menghindari penggunaan mesin dengan putaran tinggi, serta menyarankan ke mekanik untuk memeriksa dan merawat kendaraan agar emisi kendaraan rendah dan kinerja mesin optimal.

“Untuk kegiatan uji emisi dalam rangka program EKUP di Solo dilakukan selama tiga hari. Hari pertama di Gladak, nanti hari kedua pada Rabu (hari ini-red) di Jalan Adi Sucipto Manahan dan hari ketiga Kamis (16/9) di Jalan Bhayangkara,” pungkas Busono.

Dwi Hastuti