JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Lakukan Ini Agar Tetap Bugar saat Beribadah Haji

Lakukan Ini Agar Tetap Bugar saat Beribadah Haji

58
Jemaah Haji | Ilustrasi: Antara
Jemaah Haji | Ilustrasi: Antara

TAHUN ini memang bukan puncak musim panas di Arab Saudi, namun cuaca di sana cukup panas bisa sampai 50 derajat Celsius.

Dokter Umum Rumah Sakit Islam (RSI) Surakarta, dr HM Daris Raharjo mengungkapkan menyarankan agar para jemaah haji yang masih di Tanah Air untuk mempersiapkan diri lebih dini. Apa yang harus dilakukan?

Daris menjelaskan langkah pertama adalah latihan jalan saat siang hari yang cukup terik. Hal ini bisa melatih tubuh sehingga saat di Mekkah, mereka sudah terbiasa. Artinya, proses adaptasi tidak akan berdampak negatif pada kesehatan.

“Yang paling utama adalah asupan air minum/ cairan yang cukup. Cuaca yang sangat panas tentunya tubuh akan menyesuaikannya. Bisa dengan pengeluaran keringat yang cukup banyak,” tegasnya.

Kondisi tersebut harus segera diatasi dengan pengembalian cairan tubuh melalui konsumsi air putih. Kalau dalam kondisi normal, seseorang memerlukan air minum sekitar dua liter per hari. Namun  saat ibadah haji, konsumsinya jauh lebih banyak dari itu.

“Keringat yang keluar per harinya bisa sampai tiga liter. Dengan kata lain, kebutuhan air lebih dari itu. Tidak ada patokan empat atau lima liter, hal itu disesuaikan dengan tubuh masing-masing,” katanya.

Jika cairan yang keluar tidak diganti, maka akan berdampak buruk dan mengarah ke dehidrasi. Bahkan, pada titik tertentu bisa mengalami kematian. Oleh karena itu, Daris mengimbau kepada jemaah haji untuk membawa minuman ke mana pun berada.

“Pada suhu 40 derajat Celsius dan mengalami kurang cairan, seseorang akan mengalami head stoke. Ini sangat bahaya jika dialami oleh orang tua. Padahal, jemaah haji rata-rata berusia lanjut. Sehingga sangat penting membawa air minum atau membeli air minum ketika keluar dari penginapan,” tuturnya.

Selain air minum, masker adalah benda yang wajib dibawa saat berada di luar penginapan/ hotel. Kenapa wajib? Masker dapat meminimalisir tertularnya sejumlah penyakit yang menyerang pernapasan dan menghindari debu yang beterbangan yang membawa virus.

“Apalagi saat ini Mers menjadi ancaman. Jadi, saat keluar dari pemondokan selalu gunakan masker yang dibasahi dengan air dulu. Ketika debu mengenai masker yang basah, maka penyaringannya bisa lebih maksimal,” ujar dia.

Para jemaah calon haji juga disarankan tetap mengkonsumsi vitamin C untuk menjaga imunitas tubuh. Vitamin itu bisa dibawa dari Indonesia dan dikonsumsi di Arab.

Murniati

BAGIKAN