Lama Membolos, Bupati Klaten Pecat Lurah Pundungan

Lama Membolos, Bupati Klaten Pecat Lurah Pundungan

273
Sunarna
Sunarna

KLATEN- Bupati Klaten Sunarna mengaku sudah menandatangani surat pemberhentian (pemecatan,red) Kepala Desa Pundungan, Kecamatan Juwiring, Joko Prasetyo, yang sudah lama tidak masuk kerja tanpa alasan.

“Suratnya sudah saya tandatangani tadi pagi [Selasa,(29/9]. Dia (Joko,red) sudah tidak berniat memimpin masyarakatnya,” katanya.

Bupati Klaten menambahkan, nantinya akan ada pengantinya dari unsur Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Desa Pundungan itu.

“Pemberhentian itu sebagai upaya kita untuk membantu warga Pundungan agar dapat menikmati dana desa,”ujarnya.

Berdasarkan penelusuran Joglosemar, beberapa saksi membenarkan bahwa Kades Pundungan tidak pernah masuk kantor sejak enam bulan lalu.

“Kabar yang beredar, kades beserta istri dan tiga anaknya ke Kalimantan,”tutur salah seorang saksi yang enggan disebut identitasnya.

Baca Juga :  Perenang Muda Kota Solo Pilih Konsentrasi ke Jakarta

Menurut saksi tersebut, pihaknya tidak bisa mencairkan dana desa karena penyusun Anggaran Pendapatan Belanja Desa, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa, dan Rencana Kerja Pemerintah Desa, belum dapat legalitas oleh BPD Pundungan. Padahal, dokumen-dokumen itu menjadi syarat untuk mengajukan dana desa.

Selain menyebabkan dana desa tidak dapat dicairkan, narasumber itu juga menambahkan, kepergian Joko juga menyebabkan para perangkat desa belum digaji selama enam bulan. Pasalnya, pencairan gaji para perangkat membutuhkan tandatangan kepala desa.

Data yang dihimpun dari DPPKAD, alokasi dana desa tahun 2015 untuk 391 desa di Klaten sebesar Rp 108 miliar. dana desa dikucurkan ke rekening desa dalam tiga tahap. Tahap pertama pada April sebesar 40 persen. Tahap kedua, Agustus, juga sebesar 40 persen. Adapun tahap ketiga pada Oktober sebesar 20 persen.

Baca Juga :  Bawa Lari Enam Sapi dan Tipu Belasan Peternak di Tanon, Polres Sragen Kejar Sindikat Ini

Dengan jumlah penduduk sebanyak 1.461 orang dan 240 orang di antaranya termasuk kategori miskin, Desa Pundungan mendapat jatah dana desa Rp 269 juta. Adapun Desa Juwiring yang jumlah penduduknya 1.738 orang, 318 orang di antaranya miskin, mendapat jatah dana desa Rp 271 juta.

Dani Prima

 

 

 

 

 

 

BAGIKAN