JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Laporan Telat, Dua Desa di Matesih Terlambat Dapat Insentif Ketua RT dan...

Laporan Telat, Dua Desa di Matesih Terlambat Dapat Insentif Ketua RT dan RW

85
Ilustrasi: Joglosemar/Maksum Nur Fauzan
Ilustrasi: Joglosemar/Maksum Nur Fauzan

KARANGANYAR – Dua desa di Kabupaten Karanganyar, sampai saat ini belum menerima dana Intensif sebesar Rp 1,5 juta per tahun dari Pemerintah Kabupaten, yang diberikan kepada setiap ketua RT dan RW.

Akibatnya, sejumlah RT dan RW yang berada di Desa Dawung dan Karangbangun –keduanya di Kecamatan Matesih, harus pasrah menunggu pencairan.

Menurut Ketua RW 0008, Desa Dawung, Sunardi, saat ditemui sejumlah wartawan akhir pekan lalu mengaku, sejumlah RT dan RW di Desa Dawung, sudah berupaya menemui kepala desa, untuk meminta kejelasan terkait dengan adanya pencairan dana insentif itu.

“Informasi dari kelurahan katanya, harus menunggu administrasi atau laporan pertanggung jawaban terkait dengan Alokasi Dana Desa (ADD) tahap I yang terlambat itu,” ucap Sunardi.

Lebih lanjut dikatakan Sunardi, yang sudah puluhan tahun menjadi ketua RW di Desa Dawung tersebut mengungkapkan, di Desa Dawung ada delapan dusun, dan setiap dusun terdapat satu RT. Dikatakan Sunardi, memang mereka tidak berharap banyak terkait dengan pencairan itu, namun jika nantinya dana tersebut cair, sebagian bakal digunakan untuk membeli televisi yang bakal dipasang di Poskamling.

“Ya hanya bisa menunggu mas, kalau dikatakan menunggu yang menunggu kalapun tidak menunggu, yang lain sudah pada cair,” kata Sunardi.

Disisi lain, Kepala Desa Suyadi, saat ditemui sejumlah wartawan di rumahnya, yang bersangkutan tidak ada ditempat. Hanya sepeda motor dinas yang terpakir didepan rumahnya, dan seorang anak yang keluar untuk menemuia wartawan.

“Bapak sedang keluar mas, hpnya di cas, dan tinggal di rumah,” terang bocah tersebut.

Sementara itu, Camat Matesih, Sri Suboko, mengungkapkan, di Kecamatan Matesih mengakui adanya masalah tersebut. Suboko menjelaskan pihaknya sudah mengonfirmasi kondisi itu kepada pihak desa. Bahkan menurut dia pihak desa sudah menyosialisasikan keterlambatan pencairan itu kepada Ketua RT dan RW.

“Kalau pencairan insentif dan dana operasional nanti saat ADD tahap II cair. Begitu kata kepala desa. Mereka ingin mengerjakan proyek kelembagaan lainnya menggunakan ADD tahap I,” jelasnya.

Rudi Hartono

BAGIKAN