Liga Santri Nusantara : Rame-rame Boyong Ratusan Suporter

Liga Santri Nusantara : Rame-rame Boyong Ratusan Suporter

158
Joglosemar/Maksum Nur Fauzan LIGA SANTRI NUSANTARA--Pertandingan Turnamen Liga Santri Nusantara U-17 Zona Jawa Tengah I antara Nurul Islam Boyolali (biru muda) melawan Al Muttaqin Klaten (biru tua) di Lapangan Kotta Barat Solo, Rabu (16/9).
Joglosemar/Maksum Nur Fauzan
LIGA SANTRI NUSANTARA–Pertandingan Turnamen Liga Santri Nusantara U-17 Zona Jawa Tengah I antara Nurul Islam Boyolali (biru muda) melawan Al Muttaqin Klaten (biru tua) di Lapangan Kotta Barat Solo, Rabu (16/9).

SOLO – Kualitas tim maupun pemain yang tampil pada ajang Liga Santri Nusantara (LSN) U-17 2015 memang tak semengkilap Piala Soeratin U-17.

Namun jangan samakan hal itu dengan kualitas suporter yang mendukung perjuangan tim-tim peserta.

Permulaan akan terlihat pada babak semifinal zona satu Jawa Tengah yang digelar di Lapangan Kottabarat Solo, Minggu (20/9/2015) sore ini.

Empat Pondok Pesantren (Ponpes) yang jadi semifinalis siap memboyong seluruh santri untuk mendukung timnya agar meraih kemenangan.

“Semua tim sudah siap memboyong semua santri termasuk pengurus Ponpesnya. Jadi semifinal besok (hari ini,red) akan dibanjiri penonton. Ini akan menambah greget dari pertandingan semifinal,” terang Ketua Panpel LSN U-17 Zona Satu Jateng, Anis Mudzakir dalam jumpa pers di Solo, Sabtu (19/9/2015) sore.

Baca Juga :  27 Persen Mahasiswa Baru UGM dari Keluarga Kurang Mampu

Pertandingan pertama yang berlangsung pukul 14.30 WIB akan mempertemukan Ponpes Al Barokah Klaten melawan Ponpes Walisongo Sragen.

Setelah itu dilanjutkan Ponpes Mamba’ul Hikmah Wonogiri melawan Ponpes Al Mansyur Klaten. Pada Sabtu (19/9/2015) siang, empat skuad tim peserta menjalani screening administratif.

Screening medis baru dilakukan pada babak 16 besar nasional. Kalau per zona hanya diwajibkan screening administratif. Salah satunya dengan melihat ijazah serta pengesahan dari Ponpes jika para pemain merupakan santrinya,” tambah Anis.

Baca Juga :  Tingkat Konsumsi Ikan Masih Rendah, Warga Trangsan Sukoharjo Galakkan Gemarikan dan Berdayakan Kolam

Pada babak semifinal, screening pemain semakin diperketat. Hal ini menyusul adanya protes dari Ponpes Ta’mirul Islam Solo yang menyebut ada beberapa klub yang memasukkan pemain diluar santri ponpes. Anis mengatakan, pemalsuan dokumen pemain bisa berimbas pada pencabutan gelar juara.

“Kalau ada tim yang ketahuan memalsukan dokumen saat screening medis babak nasional, gelarnya akan dicabut, kemudian digantikan dengan tim ranking bawahnya,” ucapnya.

Nofik Lukman Hakim

BAGIKAN