JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Mangkir Pemeriksaan Pertama, Kejaksaan Sragen Kembali Panggil Gatot Supadi

Mangkir Pemeriksaan Pertama, Kejaksaan Sragen Kembali Panggil Gatot Supadi

334
Gatot Supadi  Mantan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik)
Gatot Supadi
Mantan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik)

SRAGEN – Kejaksaan Negeri Sragen melayangkan surat panggilan kedua untuk mantan Kepala Dinas PendidikanSragen,  Gatot Supadi yang terjerat kasus korupsi proyek Kolam Renang SBI Gemolong tahun 2008. Pemanggilan kedua terpaksa dilayangkan setelah yang bersangkutan mangkir pada panggilan pertama Rabu (9/9/2015).

“Begitu tidak hadir, kemarin kita sudah langsung buatkan surat untuk panggilan kedua. Harapan kita pada panggilan kedua nanti bisa datang,” papar Kajari Sragen, Victor Saut Tampubolon, Jumat (11/9).

Ia mangungkapkan panggilan kedua intinya meminta kehadiran tersangka untuk memenuhi pemeriksaan dan penyerahan tahap kedua yang diagendakan awal pekan depan. Pada panggilan pertama medio pekan lalu, tersangka melalui kuasa hukumnya, Mugiyono, memberitahukan tidak bisa hadir karena ada tugas ke Jakarta untuk menghadiri acara Kosgoro selama tiga hari antara tanggal 8-11 September.

Victor menguraikan surat panggilan kedua dilayangkan untuk mempercepat proses penyerahan tahap kedua berkas kasus korupsi proyek pembangunan kolam renang senilai Rp 2 miliar dari APBN 2008 tersebut. Sebab, satu tersangka lainnya yakni legislator DPRD, Edy Harjono sudah memenuhi panggilan dan sudah ditahan di LP Kelas II A Sragen.

“Kita berprasangka baik saja. Tapi kalau tidak, nanti ada upaya pemanggilan paksa,” jelasnya.

Tunjuk 6 Jaksa
Berdasarkan berkas perkara, kerugian negara atas korupsi megaproyek dari APBN semasa pemerintahan Bupati Untung Wiyono itu, mencapai Rp 776.215.000,-. Baik Gatot maupun Edy bakal dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) dan subsider Pasal 3 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto pasal 64 ayat (1) KUHP dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara

Lebih lanjut, Victor mengungkapkan pihaknya sudah menunjuk tiga tim jaksa untuk mengawal tiga sidang korupsi yakni SBI Gemolong, korupsi dana BOS SMKN 1 Gesi dan dana KUR BRI Gemolong. Jaksa yang ditunjuk terdiri dari enam orang. Masing-masing Kusmini, Srikanah, Tandiyo Sugondo, Hendra Oki, Afriyensi, dan Lusi.

Untuk sidang korupsi proyek SBI Gemolong yang melibatkan dua tersangka akan ditangani empat jaksa sedang dua kasus korupsi lainnya ditangani masing-masing tiga jaksa.

Wardoyo

BAGIKAN